oleh

WHO Sebutkan Varian Delta Peringatan Bagi Dunia

JAKARTA, BNBABEL.COM – Gelar konferensi pers hari Jum’at 30 Juli 2021, WHO mengungkapkan bahwa virus corona varian Delta merupakan peringatan bagi dunia untuk menekan laju infeksi virus dengan cepat sebelum bermutasi menjadi varian yang lebih buruk dan ganas.

Terdapat varian yang sangat mudah menular dan pertama kali terdeteksi di negara India, yang kini telah muncul di 132 negara dan wilayah.

Dikutip dari AFP, Emergencies Director WHO Michael mengatakan delta adalah peringatan, ini suatu peringatan bahwa virus berkembang tetapi juga merupakan seruan untuk bertindak dan bergerak sebelum varian yang lebih berbahaya muncul.

Sedangkan Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menuturkan bahwa sampai saat ini sudah muncul empat varian yang mengkhawatirkan. Dan akan lebih banyak lagi selama varian tersebut masih terus menyebar.

Ia katakan jika rata-rata infeksi meningkat sebesar 80 persen selama empat minggu terakhir di lima dari enam wilayah WHO.

Meskipun varian Delta telah mengguncang banyak negara Ryan menyebutkan langkah-langkah yang terbukti untuk mengendalikan penularan masih berhasil, seperti menjaga jarak fisik, memakai masker, kebersihan tangan, dan menghindari waktu lama didalam ruangan terutama di tempat-tempat yang berventilasi buruk dan ramai.

“Cara ini dapat menghentikan penyebaran varian delta, terutama bila anda menambahkan vaksinasi,” ujarnya.

Menurutnya, virus semakin bugar dan semakin cepat menyebar dan menular. “Kita perlu menerapkan dan menjalankan rencana permainan jauh lebih efisien dan lebih efektif daripada yang pernah dilakukan sebelumnya,” terangnya.

WHO ingin setiap negara telah menyelesaikan vaksinasi setidaknya 10 persen dari populasinya pada akhir bulan September, setidaknya 40 persen pada akhir tahun 2021 dan 70 persen pada pertengahan tahun 2022.

“Kami masih jauh dari mencapai target itu,” tegasnya.

Dia sebutkan bahwa lebih dari setengah dari 194 negara anggota WHO telah sepenuhnya memvaksinasi 10 persen dari populasi mereka, kurang dari seperempat telah di vaksinasi 40 persen, dan hanya ada tiga negara yang telah memvaksinasi 70 persen.

Sementara itu WHO menyebutkan Burundi, Eritrea dan Korea Utara adalah satu satunya negara anggota yang tersisa yang belum memulia kampanye vaksinasi Covid-19.

“Satu satunya keajaiban yang kita miliki adalah vaksinasi. Masalahnya adalah kita tidak memberikannya secara merata di seluruh dunia dan kita bekerja melawan diri kita sendiri,” pungkasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *