oleh

Waspada DBD, Hingga Oktober Sudah Terdapat 97 Kasus di Kabupaten Bangka

BANGKA, BNBABEL.COM – Peningkatan jumlah kasus demam berdarah di Kabupaten Bangka dalam beberapa pekan terakhir ini terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia Kabupaten Bangka selama tahun 2021 kasus DBD di Kabupaten Bangka sudah mencapai 97 kasus.

“Saat ini kecamatan yang kami lakukan pantauan salah satunya di Sungailiat khususnya di Lingkungan Matras, karena di daerah tersebut mengalami peningkatan kasus yang sangat signifikan atau bisa dikategorikan keadaan luar biasa,” tutur Boy Yandra selaku Ketua HAKLI Kabupaten Bangka, Senin (25/10/2021).

Pihaknya dalam melakukan pemantauan juga bekerjasama dengan puskesmas dan forum RT, yang mana dalam kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk membagikan abate kepada masyarakat. Keterlibatan forum RT, menurutnya untuk membantu melakukan pendataan daerah yang dianggap terdapat kasus DBD.

“Kami berharap dengan dilibatkannya forum RT ini juga dapat membantu tim puskesmas dalam membagikan abate kepada masyarakat dalam rangka mempercepat penanganan memutus mata rantai penyebaran penyakit dari nyamuk aides aigepty,” sebutnya.

Ia katakan bahwa jentik nyamuk aides aigepty merupakan salah satu jenis nyamuk yang hidup di air bersih. Menurutnya, bagi masyarakat untuk dapat membersihkan bak mandi seminggu sekali agar jentik nyamuk aides aigepty tidak berkembang biak.

“Untuk obat Abate ini bisa didapatkan di puskesmas atau apotik, dengan upaya seperti ini adalah salah satu bentuk untuk membunuh atau mengurangi tempat berkembang biak nyamuk aides aigepty. Dan untuk pakaian yang bekas dipakai janganlah di gantung di dalam kamar dan laksanakan 5M seperti menguras, menimbun, menutup tempat penampungan air, menggunakan kelambu dan menggunakan obat oles,” himbaunya.

Boy Yandra menyebutkan lima upaya tersebut merupakan salah satu langkah agar tidak terjangkit demam berdarah dengue. Selanjutnya apabila mengalami sakit bercak merah, muntah dan panas dingin segera dibawa ke tempat pelayanan kesehatan.

“Semoga mewabahnya penyakit DBD dan Covid-19 di Kabupaten Bangka dapat diatasi dengan baik,” pungkasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *