oleh

Wartawan Sekaligus Pimred Media Lokal Tewas Di Tembak OTD, PWI Sumut Buka Suara

SUMUT, BNBABEL.COM — (20/6) Pria bernama Mara Salem Harahap tewas bersimbah darah usai ditembak oleh pelaku yang tak dikenal ketika mengendarai mobil hendak menuju kediaman nya di Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

Hermansjah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut menyebut Mara Salem adalah wartawan sekaligus pemimpin redaksi salah satu media lokal.

Atas Peristiwa kesekian kali yang menciderai perlindungan profesi wartawan di Sumatera Utara, PWI Sumut angkat bicara soal kejadian penembakan wartawan kali ini dan beberapa peristiwa yang menimpa wartawan di Sumut beberapa waktu belakangan.
“PWI Sumut mengecam keras dan mengharapkan aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang dan pelaku serta motif yang melatarbelakangi korban sehingga mati terbunuh mengenaskan saat menuju kediamannya,” ucap Ketua PWI Sumut Hermansjah kepada wartawan, Sabtu (19/6).

Herman mengatakan Mara Salem atau Marsal dikabarkan ditembak dini hari tadi di dalam mobil miliknya. Herman menyesalkan kejadian – kejadian yang kerap terjadi terhadap wartawan Sumatera Utara yang harusnya dilindungi oleh UU Pers.

“Pers seharusnya tidak hanya dijamin, tapi mendapat perlindungan hukum saat menjalankan tugas profesinya sebagai seorang wartawan di lapangan,” kata Herman.

Herman kemudian membeberkan beberapa kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan di Sumut beberapa bulan terakhir.

“Pada 29 Mei 2021, kasus percobaan pembakaran rumah Abdul Kohar Lubis, jurnalis linktoday.com di Kota Pematang Siantar. Pada 31 Mei 2021, mobil jurnalis Metro TV Pujianto di Sergai dibakar OTK,” tutur Herman.

“13 Juni 2021, rumah orang tua jurnalis di Binjai dibakar OTK. Diduga karena kasus judi. Pada 19 Juni 2021, Marah Halim, Pemred lassernewstoday.com, tewas setelah ditembak OTK,” tambahnya.

Atas teror terhadap profesi wartwan belakangan waktu, PWI Sumatera Utara meminta wartawan di Sumut agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas.

“Kepada wartawan, selain diingatkan agar berhati-hati saat bertugas, dan lebih menomor satukan keselamatan jiwa daripada sebuah berita yang saat mendapatkannya taruhan nyawa,” jelasnya.

Pihak Keluarga Marsal Hasanuddin Harahap, mengatakan Marsal ditemukan 300 meter dari rumahnya. Dia ditemukan dalam kondisi tertembak di paha bagian kiri.

Polisi juga membenarkan Marsal tewas ditembak, Direskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan polisi akan mengusut tuntas kasus ini.

“Kami membentuk tim gabungan dari Polda, Polres, dan polsek untuk menyelidiki kasus ini,” kata Tatan.

Penulis : IR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *