oleh

Usai Hadiri RDP dengan DPR RI Komisi IV, RT. 9 Kenanga : Kita Harus Bisa Jaga Investasi PT. BAA

BANGKA, BNBABEL.COM – Ratusan petani ubi dan masyarakat Kenanga menyambut kedatangan aparat Desa Kenanga dan beberapa warga yang pulang setelah turut menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) yang dilaksanakan oleh DPR RI Komisi IV di Jakarta dengan membawa spanduk yang bertuliskan Selamat Datang Pahlawan Ekonomi Masyarakat Kenanga, Pembela Petani dan Pejuang Kebenaran, Kamis (8/4/2021).

Kepala Lingkungan Kenanga, Suryadi Suryaman menuturkan jika pihaknya pada saat rapat dengar pendapat hanya ditanya perkembangan antara hubungan masyarakat dengan pihak perusahaan PT. Bangka Asindo Agri (BAA).

“Kedatangan kami ke sana bukan hanya semata-mata berkeinginan untuk memecah belah masyarakat atau daerah, tetapi ingin ekonomi kerakyatan di bidang pertanian khususnya di sektor ubi kasesa. Saya selaku aparatur pemerintah sebenarnya sebagai pendamping masyarakat yang dipanggil ke DPR RI,” tuturnya.

Ia menjelaskan jika mendapat respon baik dari anggota DPR RI Komisi IV, apalagi sebelum sudah ada perwakilan yang pernah mengunjungi perusahaan untuk meninjau proses produksi dari awal sampai akhir.

“Saya melihat sampai dengan saat ini, perusahaan sudah membuat banyak perubahan yang positif dalam menangani permasalahan yang ada.

Kemudian RT 09, Toni Sunata mengharapkan ke depan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap perusahaan pengolahan tepung tapioka yang ada di Bangka, khususnya kepada PT. BAA. Menurutnya, investasi yang ada harus tetap bisa dijaga karena dapat membawa dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat terutama bagi para petani.

“Kami berharap lebih luas lagi agar dengan adanya pabrik ini (PT. BAA red) dapat membantu perekonomian masyarakat Kenanga. Seharusnya kita pertanyakan kenapa masalah limbah ini hanya di perusahaan ini saja yang selalu di permasalahan, memangnya perusahaan pengolahan tepung tapioka yang lainnya kondisinya baik baik saja,” bebernya.

Dengan adanya PT. BAA, menurutnya justru telah membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja yang berasal dari warga Kenanga. “Sudah seharusnya kita harus mendukung keberadaan perusahaan ini,” pungkasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *