oleh

Tim Gabungan Pengamanan PT. Timah Persero Tbk Siagakan Pos Di Pantai Ake, Warga Matras Minta Kebijakan & Solusi

SUNGAILIAT,BNBABEL.COM –Divisi Pengamanan Darat & Laut PT. Timah Persero TBk pada Kamis (21/10) menerjunkan tim gabungan untuk mengamankan IUP Perairan DU 1555.

Foto : Situasi penertiban dan Peninjauan Ponton Masyarakat oleh Timgab PT. Timah.
Foto : Pos Pengamanan PT. Timah di Pantai Ake.

Pengamanan IUP ini disebut – sebut atas intruksi langsung dari General Manager PT. Timah Persero TBk Robertus Bambang Susilo.

Sekitar pukul 13.30 wib di Perairan DU 1555 Laut Deniang nampak Speed milik PT. Timah dan Ditpolairud Polda Bangka Belitung bermanuver diiringi drone pemantau dari udara.

Sekitar pukul 14. 30 WIB Puluhan Aparat Gabungan ini pun mendaratkan speed mereka di Pantai Ake ( Parit 40), Lingkungan Ake, Kelurahan Sinar Jaya Jelutung, Sungailiat Bangka disusul personil yang datang dari jalur darat.

Kemudian Tim Pengamanan langsung meninjau puluhan Unit Ponton Jenis Upin- Upin & Tungau milik masyarakat yang terparkir di bibir pantai dan dalam kondisi tidak beroperasi, sempat petugas meminta beberapa unit Ponton yang masih berada di tengah untuk segera di tarik kedarat.

Humas PT. Timah Persero ( Concom) Anggi Siahaan menjelaskan bahwa perusahaan melakukan penertiban kali ini sebagai tindak lanjut dari Upaya himbauan dan langkah persuasif sebelumya kepada aktifitas tambang masyarakat yang beroperasi di Konsesi Pertambangan DU 1555 PT. Timah.

” Penertiban dilaksanakan sebagai upaya pengamanan konsesi dan tindak lanjut dari komunikasi persuasif tim pengamanan perusahaan. Hal ini dilaksanakan tentunya sesuai dengan koridornya agar kita bersama dapat memastikan penambangan dilakukan dengan mengedepankan praktek good mining practise” Jelas Anggi Siahaan.

Anggi menambahkan bahwa PT. Timah menginginkan aktifitas pertambangan di DU 1555 sesuai dengan aturan yang berlaku.

” Kami menghimbau agar kita dapat mengikuti ketentuan yang telah ada khususnya terkait tata cara penambangan dan aturan yang menaungi izin usaha pertambangan atau IUP” tambahnya.

Di pantai Ake, Tim Pengamanan PT. Timah pun memasang posko Pengamanan 24 jam menggunakan Tenda Pleton Unit Produksi Laut Bangka ( UPLB ).

Sempat sekitar pukul 15.00 wib beberapa penambang dari Lingkungan Matras Meminta Untuk berdialog dengan PT. Timah yang kemudian disambut dan dilakukan Himbauan tegas oleh Kadiv PAM Darat PT. Timah Enjang Ruchyat didampingi petugas lainnnya agar menambang sesuai aturan yang diterapkan PT. Timah sebagai pemilik IUP.

Dalam dialog dan Himbauan tersebut Enjang Ruchyat didampingi Kabag Pengamanan Laut PT. Timah, PJU Divisi Pengamanan, Ditpolairud Polda Bangka Belitung.

Sedangkan dari warga dan pihak penambang diikuti oleh Penambang Warga Lingkungan Matras diwakili Okrodi, Ton Ton, Debi, Gusti, Tokoh Masyarakat Sinjay Jelutung Sofian, Lurah Kelurahan Matras Ersi dan Seklur nya Albani.

” Kami datang kesini untuk menemui langsung PT. Timah, kami sadar ini IUP nya PT. Timah, maka dari itu kami ingin kepastian langsung dari PT. Timah bagaimana kami bisa menambang di perairan lingkungan kami sendiri, kami harapkan ada arahan dan solusi terhadap kami penambang dan warga ekonominya dari penambangan Ponton ini, dapat 5 sampai belasan kilo sudah sangat Alhamdulillah bagi kami, warga yang jualan atau ojek perahu juga laris manis sangat terbantu di kondisi sulit saat ini” Ujar Ton Ton, Penambang Asli Matras kepada Wartawan.

” Inilah yang kami inginkan, bertemu langsung dengan PT. Timah, boleh atau tidak menambang? Kalau boleh caranya bagaimana ?
Kalau tidak boleh ya tidak boleh semua, jadi jelas, kami tidak mau hanya dengar info katanya – katanya, kami menghormati PT. Timah selaku pemilik IUP kedepan kami harapkan unit Ponton kami yang sudah tidak beroperasi mendapatkan solusi mau dikemanakan ?” Ujar Penambang Matras, Okrodi kepada Tim Pengamanan PT. Timah.

Sementara Enjang Ruchyat menjelaskan bahwa pihaknya melaksanakan tugas sesuai SOP dan perintah Pengamanan IUP PT. timah, DU. 1555 harus bebas dari kegiatan penambangan diluar SPK PT. Timah, untuk itu Posko Kemanan disiagakan 25 Jam untuk memastikan proses sterilisasi IUP.

Meskipun itu PT. Timah mengaku akan membahas saran dan masukan warga ke meja pimpinan sesuai bidang pengerjaan.

” Untuk itu, kita akan coba kaji lebih lanjut tentunya perusahaan juga tetap mempertimbangkan hajat masyarakat penambang namun tentu juga harus memperhatikan aturan – aturan yang telah ditetapkan” Ujar Anggi Siahaan.

Penulis : Ir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *