oleh

TI Perahu Mulai Beroperasi di Laut Rambak, Tim Divpam PT Timah Segera Menyetop 2 unit TI perahu dan 4 Unit TI ponton

BANGKA, BNBABEL.COM — Meski berusaha untuk menghindar dari pemantauan Tim Divisi Pengamanan (Divpam) PT Timah Tbk, namun para penambang illegal di Wilayah Izin Usaha Penambangan (WIUP) PT Timah, tetap tertangkap juga.

Seperti yang terjadi di Perairan Laut Rambak. Para penambang yang berusaha untuk mencari celah kelengahan Tim Divpam PT Timah, akhirnya tak mampu menghindar lagi, setelah Tim Divpam PT Timah yang dipimpin GM PT Timah Robertus Bambang Susilo mendatangi lokasi mereka menambang.

Setelah dicek titik koordinat para penambang ini beraktivitas, maka diketahui bahwa mereka menambang di WIUP PT Timah, area Laut Rambak Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada koordinat DU1548.

“Pada hari Rabu (6/10/2021) ini kita juga berhasil mendapati ada oknum masyarakat yang sedang menambang secara illegal di WIUP PT Timah Tbk. Setelah kita cek, mereka menambang di wilayah kita,” ujar Robertus.

Dari sidak yang dilakukan pada Rabu (6/10/2021) di Laut Rambak, Tim Divpam PT Timah berhasil menemukan enam TI Rajuk dan TI Selam di lokasi. Para penambang ini menggunakan mesin merek dongfeng. Saat didatangi, Tim Divpam PT Timah menemukan ada empat unit TI yang sedang beroperasi. Sedangkan dua unit TI lainnya sedang tidak melakukan ativitas.
“Kita tidak akan berhenti melakukan penertiban para penambang illegal ini.

Semoga dengan patroli rutin kita ini, bisa terus mengurangi aktivitas penambang illegal di WIUP PT Timah,” ungkap Robertus.
Selain menemukan empat unit TI sedang beroperasi, Tim Divpam PT Timah juga berhasil menemukan 16 orang pekerja. Sementara untuk TI Perahu ditemukan sebanyak dua unit yang memperkerjakan delapan orang. Pengakuan para oknum pekerja, bijih timahnya ditampung oleh oknum warga.

Selain melakukan penyetopan operasional TI, Tim Divpam PT Timah juga melakukan pengusiran para penambang ini keluar dari WIUP PT Timah Tbk.
Namun sebelumnya, para oknum warga ini terlebih dahulu dilakukan pendataan, difoto badan dan diminta membuat surat pernyataan tidak akan menambang illegal lagi di IUP PT Timah Tbk.

“Kita masih persuasif sifatnya. Kita beri peringatan dan beri pengertian kepada para penambang ini, bila ingin tetap bekerja di IUP PT Timah harus mengikuti ketentuan yang berlaku di PT Timah. Tetapi jika ditemukan kembali mereka melakukan aktivitas penambangan ilegal di IUP PT Timah, PT Timah dapat bertindak lebih tegas,” tukas Robertus.

Diceritakan Robertus, awalnya ketika Tim Divpam PT Timah berangkat menuju Pantai Rambak pada Rabu (6/10/2021) pagi, Tim tidak menemukan aktifitas penambangan. Di sekitar Pantai Rambak hanya terlihat sejumlah TI perahu parkir di bibir pantai di luar WIUP PT Timah Tbk. (BN11)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *