oleh

Terus Lakukan Inovasi, Perumda PDAM Tirta Bangka Manjakan Layanan Pelanggan

BANGKA, BNBABEL.COM – Perumda PDAM Tirta Bangka dibawah kepemimpinan Suhendra terus menorehkan prestasi, yang sebelumnya mendapatkan top 300 terkait dengan pembayaran online yang menggunakan aplikasi android. Aplikasi tersebut mengandeng kerjasama sebanyak 6 Perbankan, Pos, Tokopedia, Shoope, Alfamart dan Indomart.

Meskipun dinilai masih dalam kategori perusahaan kecil dengan total pelanggan sekitar 12.000 konsumen tetapi bisa memanfaatkan aplikasi digital yang ada. Artinya ketika setelah melakukan pembayaran menggunakan aplikasi tersebut sangat terasa manfaatnya, dimana pelanggan diberikan kemudian dalam melakukan transaksi pembayaran.

“Jadi atas semua yang kita lakukan ini dianggap baik, dengan penilaian itu maka dilakukanlah uji kelayakan dari tim yang ada di pusat. Butuh waktu kurang lebih satu jam setengah untuk melakukan tes uji kelayakan dengan juri yang ada di pusat, dan alhasil kita dianggap layak, sehat dan raih WTP,” jelasnya, Rabu (10/11/2021).

Ia menjelaskan bahwa ada kurang lebih 400 peserta yang ada di seluruh Indonesia yang kemudian dilakukan seleksi oleh tim juri pusat secara daring. Kalau untuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bangka yang pertama kali dilakukan pengujian.

“Saya melakukan inovasi ini supaya pelanggan lebih mudah untuk melakukan pemesanan pemasangan, laporan juga lebih akurat. Tapi yang lebih utama adalah proses sistem pembayaran yang begitu mudah dan cepat. Saat ini perkembangan digital semakin pesat maka harus ada sesuatu yang baru,” tuturnya.

Suhendra menegaskan jika saat ini jumlah pelanggan yang membayar tagihan menggunakan aplikasi sudah mencapai diangka 40 persen. Menurutnya, dengan cara pembayaran sistem digital akan memberikan jaminan keamanan.

“Kami kemarin di tahun ketiga juga baru saja memperoleh nilai sehat, BPSPAM Kementerian Dalam Negeri juga mendapat nilai baik. Alhamdulillah, PDAM Tirta Bangka dapat dana DAK dari pusat sebesar 9 milyar melalui PU untuk pelaksanaan tahun 2022, yang mana 8 milyar masuk PDAM dan sisanya untuk SPAM desa,” paparnya.

Lebih lanjut dia menambahkan jika telah mengusulkan lagi anggaran sebesar 44 milyar untuk tahun 2023 sampai 2024. Pasalnya, semua ajuan dana DAK ini bisa disetujui apabila semua data yang diminta lengkap sesuai dengan persetujuan dan persiapan Bupati.

“Pihak pusat mengganggap kita serius dan masih mempunyai cakupan pelayanan yang masih menunggu. Selama ini kita telah mendapat dukungan penuh dari Bupati, Wakil Bupati, DPRD dan dari stakeholder lainnya,” pungkasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *