oleh

Tercatat 6521 Kasus Positif Covid-19, Satgas Instruksikan Bentuk PPKM

Pangkal Pinang, BNBabel.com – Dilansir dari keterangan resmi Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung, Andi Budi Prayitno, yang termuat di halaman Facebook Satgas Penanganan Covid-19 Babel, pada kamis (18/03) malam, dijelaskan perkembangan kasus Covid-19 di wilayah Bangka-Belitung saat ini tercatat mengalami lonjakan cukup drastis.

Berdasarkan data kumulatif kasus, sepekan terakhir ini saja kasus positif Covid-19 telah bertambah sebanyak 834 orang, sehingga jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung saat ini ialah 6521 orang, terdiri dari 848 sedang dirawat, 5572 selesai isolasi, dan 102 meninggal dunia.

Sebagai upaya dini pencegahan maupun pengentasan rantai penularan Covid-19 yang semakin tidak terawasi, Andi mengatakan perlu menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat mikro, khususnya di tiga wilayah yang belakangan ini telah menjadi klaster kasus infeksi potensial, yaitu dua di Kabupaten Bangka Selatan, yakni di Desa Bencah dan Desa Delas, Kecamatan Air Gegas; dan satu di Kabupaten Bangka yaitu Islamic Centre Bahrul Ulum, Kelurahan Sinar Jaya-Jelutung, Kecamatan Sungailiat; serta akan dilanjutkan pula di beberapa desa atau kelurahan di Kabupaten Bangka Tengah.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa langkah taktis tersebut diambil sebagai upaya pengendalian, pemantauan, dan evaluasi penanganan Covid-19 agar tidak menyebar dan meluas tanpa kontrol, sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada 03 Febuari 2021 lalu, tentang keperluan membentuk PPKM berskala mikro yang diterapkan mulai dari tingkat RT/RW, dan kemudian ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No. 09 Tahun 2021 tertanggal 12 Februari 2021 tentang Ketentuan Pembentukan Pos Komando (Posko) Penanganan Covid-19 Dalam Rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Tingkat Desa/Kelurahan.

PPKM mikro sendiri merupakan langkah penguatan kapasitas dari “Kampung Tangguh”–di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung disulihkan menjadi “Kampung Tegep Mandiri”–yang selama pandemi Covid-19 ini sudah berjalan, namun dirasa masih belum terimplementasikan secara optimal.

Kehadiran PPKM mikro diharapkan bisa memperbaiki kesiapsiagaan dan strategi penanggulangan Covid-19 di tingkat hulu, dengan cara mendorong setiap desa atau kelurahan untuk segera mendirikan dan mengaktifkan ‘Posko Tanggap Covid-19’ yang berperan penting menjadi pendamping tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas atau dinas kesehatan terkait serta petugas surveilans dan tim pelacak (tracer) lainnya guna melakukan pemetaan penyebaran kasus Covid-19.

Adapun perencanaan pembentukan posko itu dapat dimulai dari menentukan struktur dan personel atau SDM; lokasi posko; penyiapan sarana-prasarana; dan menilai status zonasi wilayah.

Mengenai fungsinya pun diharap ‘tak sekadar sebagai pusat informasi saja, namun turut pula bertugas melakukan: 1). Pencegahan yaitu sosialisasi tentang Covid-19, penerapan ‘Protokol Kesehatan 3M’ yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun, serta pembatasan mobilitas masyarakat; 2). Penanganan yaitu 3T ialah tracing, testing, treatment, pelayanan kepada masyarakat, dan penanganan dampak ekonomi melalui BLT Dana Desa; 3). Pembinaan yaitu penegakan disiplin Protokol Kesehatan dan pemberian sanksi); dan 4). Pendukung yaitu pencatatan dan pelaporan, logistik, serta dukungan komunikasi dan administrasi.

Selain itu, posko yang dibentuk mesti bisa menjadi ‘media centre’ bagi perangkat pelaksana yang terdiri dari unsur Kepala Desa atau Lurah, Ketua RT, Ketua RW, Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan, tokoh agama/tokoh masyarakat/tokoh adat/tokoh pemuda, penyuluh, pendamping, relawan, karang taruna, PKK, dan lain-lainnya, guna melakukan koordinasi, perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan Covid-19 seperti melakukan pengawasan dan pemantauan secara terpadu, suplai dan distribusi makanan atau obat-obatan/suplemen/multivitamin, dan lain-lainnya untuk warga setempat yang sedang menjalani isolasi mandiri. (JAM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *