oleh

Siap Terima Mandat Presiden untuk Rehabilitasi Kawasan Mangrove, Erzaldi Bakal Libatkan Peran Masyarakat Lokal

Jakarta, BNBABEL.COM — Presiden RI Joko Widodo telah menerbitkan Perpres Nomor 220 Tahun 2020 yang menetapkan Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung dengan sembilan provinsi lainnya untuk dapat melaksanakan rehabilitasi kawasan mangrove.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove RI, Hartono kepada Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Erzaldi Rosman, saat menggelar audiensi di Jakarta, Senin (12/04).

“Mandat yang diberikan oleh Presiden RI kepada Badan Restorasi Gambut dan Mangrove melalui Perpres Nomor 120 Tahun 2020 untuk melaksanakan rehabilitasi mangrove di 9 Provinsi, di antaranya Bangka Belitung, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Papua dan Papua Barat,” papar Hartono.

Pemerintah pusat sendiri menurut dia telah melakukan pemetaan indikatif mengenai kondisi ekosistem mangrove nasional sehingga telah mendapatkan data bahwa sekitar 80.761 hektar ekosistem mangrove di Bangka-Belitung dalam kondisi rusak.

Karena itu ditargetkan pada tahun 2021 ini dilakukan rehabilitasi mangrove di Kepulauan Bangka-Belitung seluas 16.319 Hektar, dengan rincian 3.069 Hektare yang berada di kawasan konservasi; sementara 13.250 Hektar di luar kawasan konservasi.

Hartono mengatakan perlu pelaksanaan kegiatan rehabilitasi padat karya berbasis desa dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.

“Lusa, kami akan ke Bangka Belitung untuk melakukan pengecekan lapangan,” tutupnya.

Sementara itu Gubernur Erzaldi terlihat antusias setelah mendengar paparan dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove RI terkait rencana restorasi mangrove berdasarkan Perpres Nomor 120 Tahun 2020 tersebut.

“Saya akan libatkan masyarakat lokal baik di Bangka maupun Belitung untuk restorasi mangrove ini,” tegas Erzaldi.

Ia menyebutkan jika program ini sukses, ke depannya Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung akan mengembangkan pengelolaan hutan bakau yang memberi manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitar, salah satunya budi daya kepiting bakau.

Selain itu, Erzaldi merencanakan kawasan restorasi mangrove akan menjadi lokasi edukasi dan pariwisata untuk pelestarian kawasan pinggiran pantai.

“Kawasan hutan mangrove di Bangka Belitung harus tetap terjaga kelestariannya, walaupun daerah ini dikenal sebagai daerah tambang,” ujar gubernur yang saat menjabat Bupati Bangka Tengah itu berhasil menjadikan wilayahnya sebagai kabupaten terbaik kedua dari 164 daerah otonom semenjak era reformasi.

 

Jurnalis: JAM/KominfoBabel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *