oleh

Sembari Menangis, Mak Anita Ngaku Pengen Belajar Ngaji Hingga Ajal Menjemput

BANGKASELATAN, BNBABEL.COM — Namanya Anita. Usia sekitar 50 tahun pada tahun 2021 ini.

Hampir seumur hidupnya ini, Mak Anita begitu warga Dusun Rintis Desa Simpang Rimba Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan ini akrab disapa, belum mendapatkan pelajaran agama Islam.
Selama ini Mak Anita dan keluarga menjalani keseharian secara natural saja, jauh dari sentuhan ajaran Islam.

Namun hidayah itu akhirnya datang. Tahun 2019 lalu, Mak Anita ketemu dengan Ustadz Fakhrun.
Sejak itulah secara rutin Mak Anita dan warga Dusun Rintis mengaji dan belajar agama Islam bersama Ustadz Fakhrun.

“Alhamdulillah, sejak belajar dengan ustadz, hidup saya lebih tenang, lebih bahagiah. Saya lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari, karena saya mendapatkan pelajaran bagaimana menjalani hidup ini secara Islami,” ucap Mak Anita.

Bersama puluhan warga lainnya, Mak Anita rutin mengikuti pengajian Rabu malam di Pondok Pesantren Daarul Hijrah Rintis, yang lokasinya di tengah-tengah Dusun Rintis.

Nama pengajian ini adalah Pengajian Tahsin Qur’an atau belajar membaca Alquran. Pengajian ini diikuti oleh anak anak, remaja, dewasa bahkan lansia.
Dijelaskan Ustadz Fakhrun, pengajian mulai dilaksanakan Ba’ da Maghrib sampai selesai. Bahkan tak jarang selesai pengajian ini hingga pukul 24.00 WIB.

“Mengapa pengajian ini sampai larut malam, karena biasanya selesai belajar mengaji, lalu dilanjutkan kajian fiqih,” ujar Ustadz Fakhrun.
Mak Anita hampir tidak pernah absen mengikuti pengajian ini. Ia telaten mengikuti pelajaran yang disampaikan Ustadz Fakhurn.

Hingga akhirnya sekarang ini Mak Anita sudah pandai mengaji.
Ketika ditanya, apa yang dirasakan saat ini setelah belajar setahun lebih dengan Ustadz Fakhrun, Mak Anita seketika menangis.

Ia mengaku tak percaya bisa mengaji seperti sekarang ini. Ia bersyukur, selain belajar mengaji, juga mendapatkan bimbingan dari Ustadz Fakhrun dalam menjalani aktivitas kehidupan berlandaskan Islam.
Sudah setahun ini Mak Anita mengenakan pakaian syar’i.

Dahulunya, sebelum bertemu Ustadz Fakhrum, Mak Anita memiliki perjalanan kehidupan yang cukup kelam.
Banyak aktivitas yang dilakoninya bertentangan dengan ajaran Islam. Padahal secara lahiriah Mak Anita beragama Islam, karena orang tuanya Islam.

“Saya merindukan suami dan anak-anak seperti ustadz Fakhrum, yang punya ilmu yang bisa mengajari saya dan orang banyak. Tapi sekarang ini alhamdulillah. Meski suami belum bisa mengajari saya, tapi ada Allah yang memberi petunjuk melalui Ustadz Fakhrum,” ujarnya sembari menangis.

Mak Anita mengaku Ia ingin hijrah menuju cahaya Ilahi. Ia tidak mau lagi melakukan aktivitas kelam masa lalu.
Sampai kapan Mak Anita mau mengaji bersama Ustadz Fahrun?
Dijawab Mak Anita,” Insya Allah, hingga ajal menjemput,” sembari menundukkan kepala dan mengusap air matanya yang mulai menetes.

“Alhamdulillah, Mak Anita sekarang ini sudah merubah hidupnya lebih baik. Beliau pengen menjadi istri shalehah. Kalau sekarang, sedikit sedikit Beliau selalu ingat Allah.

Baru kini Ia merasa takut sama Allah,” ungkap Ustadz Fakhrun.
Ustadz Fakhrun berterimakasih kepada para dermawan yang telah mewaqafkan sebagian harta untuk membantu pembangunan Ponpes Daarul Hirah Rintis ini.

Berkat bantuan dari masyarakat, baik di sekitar Simpang Rimba bahkan hinggga beberapa daerah di luar Pulau Bangka, kini Ponpes Daarul Hijrah Rintis terus membenahi fasilitas dan sarana untuk santri dan Ustadz-Ustadzah.

“Insya Allah sodaqoh, infaq maupun waqaf yang telah disalurkan para dermawan, akan segera mewujudkan berdirinya Ponpes Daarul Hijrah Rintis ini. Semoga kita semua selalu dalam limpaan rahmat Allah SWT. Aamiin,” ujar Ustadz Fakhrun. (BN11)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *