oleh

Sekjend Wantannas, Harjo Susmoro : Kita hadir di Bangka mencari Rule Model

BANGKA, BNBABEL.COM – Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro S. Sos, SH, MH menyampaikan kedatangannya Bangka Belitung atau ke PT. Bangka Asindo Agri dalam konteks menghadapi tentang kedaruratan pangan.

Ia menyampaikan jika tugas pokok Wantannas ialah untuk memberikan masukan dan rancangan kepada Presiden terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedaruratan. Menurutnya ada dua jenis kedaruratan, yaitu yang bersifat faktual dan potensial.

Pasalnya, permasalahan di dunia ini yang menyebabkan ribut dan perang karena memperebutkan masalah energi, pangan dan air. Saat ini negara Cina kebutuhan makan semakin besar dan ketersediaan bahan baku semakin menipis, maka mereka sekarang berusaha mengambil sumber makanan dari laut.

“Kita sebagai warga negara Indonesia harus patut bersyukur, karena hidup di negara yang kaya raya. Seharusnya kita tidak boleh kelaparan dan kesusahan karena semua potensi sudah ada. Kalau masih sudah mungkin saja orangnya yang masih malas,” jelasnya.

Berbicara mengenai ketahanan pangan di Indonesia, menurutnya situasi kemampuan persediaan ada kecenderungan semakin menurun. Ia tegaskan kondisi pangan di Indonesia masih belum dikatakan krisis, tetapi melihat pertumbuhan penduduk dibandingkan dengan kebutuhan pangan ada arah semakin tidak seimbang.

“Sehingga kita memiliki kecenderungan untuk melakukan impor, seharusnya itu tidak diperlukan karena kita memiliki lahan. Kenapa seperti itu? faktornya sangat banyak. Kami dari Wantannas ingin memberikan masukan kepada Presiden agar mengambil sebuah kebijakan supaya ketersediaan pangan ini tetap terpenuhi sehingga rakyat tetap bisa makan,” paparnya.

Dia menjelaskan kedatangannya ke Bangka Belitung untuk rule model, yang masalahnya menjadi masalah nasional. Sekjend Wantannas datang ke Bangka untuk mengambil contoh mengenai pengembangan tanaman sagu yang telah diolah menjadi bahan makanan dan bisa dijadikan suatu alternatif.

“Kita mencoba memberdayakan agar kedepan sagu ini menjadi alternatif pangan di Indonesia. Karena sagu memiliki kelebihan salah satunya ialah mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Saya datang ke PT. BAA ini ingin melihat langsung inovasi dan teknologi yang telah dilakukan oleh perusahaan, apakah nantinya bisa dikembangkan di daerah lainnya,” paparnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *