oleh

Sehari Setelah Ditertibkan, Tim Divpam PT Timah Kembali Menemukan 80 TI Illegal Beroperasi di Laut Toboali

TOBOALI, BNBABEL.COM — Setelah sehari sebelumnya berhasil menertibkan sekitar 60 unit Tambang Inkonvensional (TI) Tungaw di Perairan Laut Toboali Bangka Selatan, pada Kamis (18/11/2021), Tim Divisi Pengamanan (Divpam) PT Timah Tbk kembali melakukan patroli di lokasi yang sama.

Tim Divpam mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa di lokasi yang sudah ditertibkan ternyata TI Tungaw kembali beroperasi. Informasinya, setelah Tim Divpam meninggalkan lokasi pada Rabu (17/11/2021) petang, sejumlah pemilik TI Tungaw mulai mengarahkan TI mereka ke lokasi yang sama.

Menyikapi hal ini, GM PT Timah Tbk Robertus Bambang Susilo kembali mengarahkan Tim Divpam untuk melakukan patroli ke Perairan Laut Toboali Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Lokasi yang disisir oleh Tim Divpam PT Timah Tbk tersebut antara lain Laut Tanjung Batu, Kampung Nelayan, Kampung Suka Damai dan Payak Ubi Kecamatan Toboali, Kabupaten Basel. Patroli dilakukan Tim Divpam mulai pukul 14.30 WIB hingga pukul 17.28 WIB.

“Sebenarnya pada hari Rabu (17/11/2021) kita sudah melakukan penertiban. Saat itu kita berhasil menemukan dan menertibkan sekitar 60 TI Tungaw.

Mereka kita berikan tindakan persuasif. Ternyata setelah Tim Divpam pulang, kita dapat informasi bahwa sebagian TI Tungaw mulai beraktivitas kembali,” ujar Robertus.

Di lokasi ini, Tim Divpam berhasil menemukan dan menertibkan sekitar 30 unit TI Tungau dan sekitar 50 TI Rajuk manual. Puluhan TI ini beroperasi di wilayah Laut Tanjung Batu.

Setibanya Tim Patroli di lokasi, para penambang TI Tungau dan Ti Rajuk manual langsung menghentikan aktifitas penambangan dan langsung menarik ponton ke pinggir pantai. Untuk PIP Ilegal dan TI Selam tidak ada yang beroperasi.

Dijelaskan Robertus, patroli dan penertiban kali ini juga tetap dilakukan Tim Divpam PT Timah Tbk bersama BKO Pam Obvit Polda Kepulauan Bangka Belitung.
“Kita bersyukur penertiban yang kita lakukan berjalan aman dan kondusif.

Saya menghimbau kepada sauadara-saudara kita untuk tidak menambang secara illegal di WIUP PT Timah, sebelum ada izin. Saat ini kita masih berlakukan persuasif dahulu,” ujar Robertus. (BN11)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.