oleh

Sehari Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka Tembus 129 orang, Total 6.433 kasus

BANGKA, BNBABEL.COM – Hari ini di Kabupaten Bangka kembali menambah daftar panjang penularan wabah virus corona sebanyak 129 orang dan sembuh 117 orang. Sedangkan yang meninggal dunia ada sejumlah 3 orang.

Ketiga orang yang meninggal dunia tersebut ialah P usia 42 tahun jenis kelamin laki-laki warga Desa Bintet, pasien sebelumnya di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Depati Bahrin Sungailiat dan dikebumikan di TPU Sri Menanti. Dan yang kedua dengan inisial M usia 48 tahun yang beralamat di Parit Pekir dan dimakamkan di TPU Al Ittihad dan yang ketiga inisial ARL usia 70 tahun jenis kelamin laki-laki alamat Sungailiat dan dikebumikan di Kemujan.

Hingga saat ini warga Kabupaten Bangka yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai diangka 6.433 orang, yang sudah sembuh setelah menjalani perawatan dokter ada 5.312 orang dan yang masih dalam perawatan baik yang di isolasi, ICU, isolasi mandiri dan karantina ada 878 orang.

Sementara untuk jumlah keseluruhan yang meninggal dunia sampai hari ini ada 154 orang. Kemudian untuk yang positif hari ini ada balita sebanyak 8 balita, jadi totalnya menjadi 247 orang.

“Yang meninggal dunia sebanyak 154 orang, terbanyak berasal dari Kecamatan Belinyu ada 52 orang, Kecamatan Sungailiat 50 orang, Kecamatan Riau Silip 12 orang, Kecamatan Mendo Barat 10 orang, Kecamatan Merawang 10 orang, Kecamatan Pemali 10 orang, Kecamatan Bakam 5 orang dan Kecamatan Puding 5 orang,” terangnya, Rabu (28/7/2021).

Kemudian hasil rapat koordinasi bersama dengan Gubernur, Kapolda, Danrem, Dandim 0413 Bangka Wakil Bupati, Kajari Sungailiat, Kapolres Bangka di SD 6 Sungailiat menghasilkan keputusan jika pelaksanaan pesta ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Tetapi untuk pelaksanaan nikah diperbolehkan dengan syarat hanya beberapa orang saja dan tidak boleh makan di tempat.

“Apabila masih ada masyarakat yang melanggar aturan maka akan dibubarkan oleh tim satgas Covid-19. Kemudian bagi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tidak ada yang boleh memaksa petugas untuk pulang atas permintaan sendiri. Selanjutnya, tidak ada keluarga pasien meninggal yang memaksa pihak petugas untuk membawa jenazah, jika terjadi maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Boy Yandra.

“Mudah mudahan masyarakat mulia memahami dengan kondisi saat ini, tidak ada lagi masyarakat yang mengaku tidak ada Covid-19. Semoga Kabupaten Bangka cepat kembali aman dengan selalu taat menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik dan benar,” pungkasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *