Sangkal Tuduhan Dapat Bantuan Dana Dari NII, Ternyata Ini Sumber Keuangan Ponpes Al Zaytun

by admin
2 minutes read

BANGKA, BNBABEL.COM – Gonjang ganjing keberadaan Pondok Pesantren Al Zaytun yang ada di Indramayu, Jawa Barat hingga saat ini masih juga menemukan titik terang. Rumor yang beredar jika aliran dana Ponpes Al Zaytun berasal dari Negara Islam Indonesia.

Penyimpangan yang terjadi di Ponpes Al Zaytun dan menuai kontroversi seperti cara sholat dengan mencampur saf laki-laki dan perempuan. Seperti foto yang beredar luas saat ini, terlihat ratusan jamaah Ponpes Al Zaytun melaksanakan sholat Idul Fitri membentuk saf berjajar dan rapi, akan tetapi yang menjadi sorotan warganet adalah jamaah perempuan berbaur dengan jamaah laki-laki.

Oleh sebab itu, foto yang tersebar luas tersebut akhirnya memicu beberapa macam kontroversi dan beragam komentar di masyarakat. Sehingga tidak sedikit warganet menilai jika sholat atau aliran yang dilakukan oleh jamaah Ponpes Al Zaytun itu sesat.

Melalui acara Kick Andy Double Check yang bertajuk “Gonjang Ganjing Al Zaytun”, Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang menjelaskan alasan kenapa tata cara sholat perempuan dan laki-laki bisa sejajar dan berjarak.

Saat ditanya oleh Andy F Noya soal jarak yang renggang ketika sholat, dirinya menjawab apabila dalam sholat yang berjarak itu terjadi saat covid-19 melanda.

“Sudah lama ini, perjalanan begini sudah lama. Dan jarak-jarak itu sudah Alan dari mulai diumumkan yang namanya covid, kami sudah ambil jarak. Semua lockdown dan dia ini sholat berjarak,” ujarnya.

Sholat berjarak itu pun, dikatakan Panji terus dilakukan meski ada anjuran tidak ke Masjid. Menurutnya, hal itu terus dilakukan karena tidak ada yang melarang.

“Bahkan, Tuhan saja tidak melarang,” tutur Panji.

Sementara itu, dirinya juga menyangkal tuduhan jika Al Zaytun sebagai sarang teroris. Dan ia pun menyatakan jika tidak pernah melanggar hukum.

Kemudian ketika disinggung mengenai aliran dana Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang menegaskan jika sumber dana didapatkan dari teman-temannya.

“Jika banyak orang yang menyebut jika dana kami bersumber dari NII, biarkan saja orang bicara seperti itu. Siapa yang menyebut nama (NII red.) maka orang itu yang cinta itu. Usaha kita ini sudah berjalan selama 25 tahun, pergerakan ekonomi ini sudah lama berjalan,” terangnya.

Ia menyebutkan jika pihaknya dalam satu tahun bisa menghasilkan beras 3 kali lipat dari yang dibutuhkan. Dan kelebihan stok barang itu kemudian dibeli oleh anggota koperasi dan masyarakat umum.

Tidak hanya berasal dari itu saja, Panji juga katakan jika dana pondok pesantren juga berasal dari masuknya santri setiap tahunnya. Selain itu juga ada berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari negara.

“Sangatlah tidak masuk akal kalau saya dapat bantuan dukungan keuangan dari NII,” tegasnya. (Ibnu/Rd)

You may also like

Leave a Comment