oleh

Sambut Kedatangan CPSN, Gubernur Erzaldi: Tiga Prinsip Hidup Sebagai Pemimpin

PANGKALPINANG, BNBABEL.COM – Pertama, sedekah tepat waktu. Ketika sudah mendapatkan penghasilan tetap, jadwalkan untuk bersedekah. Rezeki tidak akan habis dengan memberi kepada orang lain.

Kedua, terus berbahagia walaupun sedang sedih. Karena orang bahagia mampu menebarkan kebahagiaan kepada orang lain.
Ketiga, berprasangka baik kepada orang lain. Meskipun orang lain tidak memberikan sesuatu yang sesuai harapan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman saat menerima kedatangan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2021 yang berjumlah 26 orang, bersama Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Bangka Belitung, Susanti di Ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur Bangka Belitung, Senin (9/8/2021).

Nantinya, lulusan IPDN ini akan ditempatkan selama 1 tahun untuk melaksanakan orientasi di tempat kerja.

Pendidikan selama 4 tahun akan dilihat dari bagaimana lulusan IPDN ini mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Ke depan, bisa jadi kalian menjadi pemimpin di suatu daerah. Dari sekarang harus rajin membaca, perluas wawasan. Kalian harus bisa peka dan memahami kondisi sekitar,” ungkapnya.

Harapannya, lulusan IPDN mampu meningkatkan kapasitas diri dan mencetak prestasi selama menjalani orientasi. Sehingga, rekam jejak prestasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus meningkat.

“Munculkan inisiatif. Jangan tunggu disuruh baru bergerak. Berikan saran dan tanggapan terbaik, agar kinerja Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkat,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur Erzaldi juga mengingatkan betapa pentingnya berlaku baik meskipun tidak diperlakukan secara baik oleh orang lain.

“Kita sebagai abdi negara, tidak jauh dari pelayan masyarakat. Terima dan dengarkan kritikan dari orang lain. Dari situ, kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik. Kritik juga bagian dari kontrol kebijakan,” ungkapnya.

Karena sejatinya, tamatan IPDN harus bisa bekerja untuk masyarakat. Gunakan materi 4 tahun selama pendidikan untuk sepenuhnya melayani kepentingan masyarakat.

“Ketika ada kepentingan masyarakat, jangan pernah berkata ‘ku dak kawa’ atau ‘ku leteh’. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Saya juga S3 di IPDN Program Pascasarjana. Jadilah teladan yang bagi orang lain. Semoga kalian bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *