oleh

Revitalisasi KUA: Menag akan Kaji Kesejahteraan Penyuluh

JAKARTA,BNBABEL.COM -Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan akan mengkaji perihal peningkatan kesejahteraan terhadap penyuluh agama.

Wacana tersebut disampaikan oleh Menteri Agama saat menerima kedatangan Penyuluh Agama Islam (PAI) non-PNS dari Provinsi Kalimantan Tengah, Ikhrom, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Menurut Yaqut kesejahteraan penyuluh agama merupakan bagian integral Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA), yang merupakan program prioritas Kementerian Agama (Kemenag).

Dikatakan untuk saat ini PAI Non-PNS hanya mendapatkan honor satu juta rupiah per bulan.

“Kita akan kawal program Revitalisasi KUA. KUA akan kita standarkan layanannya agar prima. Termasuk di dalamnya, para penyuluh,” ujarnya, berdasarkan keterangan yang disampaikan pekan ini (18/06).

Ia menuturkan, kajian ini tentu akan melibatkan stake holder yang lain, salah satunya Kementerian Keuangan.

Adapun salah satu skema yang akan diusulkan oleh Menteri Agama ialah penyesuaian honor dengan upah minimum regional (UMR).

“Kita akan usahakan terus ke Kementerian Keuangan dan Pemerintah Pusat supaya honor penyuluh bisa UMR (Upah Minimum Regional),” cetus Yaqut.

Gus Menteri—saapaan akrab Menteri Agama itu mengapresiasi seluruh upaya penyuluh agama yang terus bersama-sama menyukseskan program pemerintah, salah satunya adalah upaya yang dilakukan Ikhrom, yang diketahui telah menghibahkan tanah dan bangunan kepada KUA Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.

“Alhamdulillah selain sebagai penyuluh non-PNS, kita ada beberapa usaha seperti bengkel, dan truk untuk disewakan, ,” kata Ikhrom menyampaikan.

Saat ini Kementerian Agama memiliki 50.000 PAI, terdiri dari 5.000 PAI PNS dan 45.000 PAI non-PNS, yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah 8-9 penyuluh di setiap kecamatan.

Dijelaskan, tugas penyuluh sendiri ialah memberikan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) kepada masyarakat, yang berkenaan dengan seputar wawasan kebangsaan dan keagamaan.

Jurnalis: JAM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.