oleh

Puluhan Ponton Tambang Laut Ilegal kembali beroperasi di Perairan Pantai Jalan Laut dan Bukit Kuala Pantai Tongaci dan Batu Bedaun Cemari Lingkungan

BANGKA, BNBABEL.COM-Pemerintah dan Aparat Kewalahan Atasi Tambang Timah Ilegal di Pulau Bangka Nelayan Sungailiat dan warga lingkungan Jalan Laut, Bukit Kuala, dan Matras memprotes keras keberadaan ponton tambang timah ilegal di laut yang sangat mencemari lingkungan air laut yang menjadi keruh.

Ponton tambang timah ilegal beroperasi di perairan pantai Tongaci sampai Pantai Batu Bedaun Sungailiat , Bangka Belitung, Sabtu (32/21). Aktivitas pertambangan ilegal itu dituding nelayan menyebabkan kerusakan perairan.

Salah satu nelayan Came (47), mengatakan, jumlah tangkapan ikan menurun dari rata-rata 10 kilogram (kg) per hari menjadi hanya sekitar 2 kg per hari semenjak ada aktivitas Tambang Ilegal. Penyebabnya, air laut itu tercemar limbah (tailing) dari tambang timah ilegal.

Selain Nelayan dan Warga, sejumlah objek wisata pantai di Pulau Bangka, mengeluhkan kondisi pantai tidak lagi jernih. Air laut di pesisir pantai berwarna coklat, keruh dan berdebu.

Para wisatawan memilih tidak mandi di pantai khawatir mengalami gatal-gatal.Penyebabnya hampir di seluruh perairan tidak jauh dari pantai, mulai dari Air Anyir, Rebu, Air Kantung, Tongaci Batu Bedaun hingga ke pantai arah Matras banyak dijumpai aktivitas penambangan pasir timah. Baik ilegal maupun legal.

Sejumlah wisatawan mengungkapkan setahun lalu aktivitas penambangan timah tidak seperti sekarang. “Sayang sekali pantai yang indah seperti ini harus rusak gara-gara banyak tambang. Saya sama anak-anak tidak mau mandi, taku gatal-gatal,” kata Lukman. (31/7).

” Belum lagi kondisi pantai yang kotor banyak sampah. Ini disayangkan. Padahal Bangka Belitung akan bertransformasi ke pariwisata. Tapi kalau lihat begini saya rasa banyak wisatawan yang kecewa,” imbuhnya.

Sementara, Yadi wisatawan lainya . Ia pun menyayangkan pemerintah daerah hanya diam dan tidak bergerak apapun melihat banyaknya aktivitas tambang yang menggerus kawasan wisata pantai.

Sementara itu PT Timah Tbk melalui Kepala Unit Laut Rian mengatakan bahwa tidak ada Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan diarea Sepanjang pantai Tongaci dan batu Bedaun.Sampai berita ini diturunkan puluhan kapal ponton tak menggubris larangan pihak aparat yang sebelumnya sempat melarang ponton ilegal melakukan aktifitas tambang ilegal itu.
(BN04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *