oleh

Polres Pangkalpinang Ungkap Praktik Oplosan Elpiji 12 Kg

PANGKALPINANG, BNBABEL.COM – Satreskrim Polres Pangkalpinang berhasil membongkar praktik oplosan gas elpiji 12 kg.

Modus yang dilakukan para tersangka pelaku, yakni memindahkan isi tabung gas elpiji 3 kg bersubsidi ke dalam tabung gas elpiji kosong ukuran 12 kg.

Selanjutnya tabung tersebut kembali disegel menggunakan segel palsu, lalu diantar ke toko-toko di kawasan Gabek, Kampak dan Jembatan 12.

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra, menjelaskan pada Sabtu (26/06/2021), Unit II Tipiter Polres Pangkalpinang memperoleh informasi tentang adanya pemindahan isi liquefied petroleum gas (elpiji) dari tabung isi 3 kg ke tabung kosong 12 kg.

Berdasarkan penyelidikan dengan cara pemantauan dan pembuntutan diketahui ada kegiatan mencurigakan berupa penurunan beberapa tabung gas elpiji dari sebuah kendaraan roda empat di kontrakan AP, di sebuah kontrakan di Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang. Kontrakan tersebut diduga milik RN.

Tim kemudian melakukan penggerebekan dan menemukan dugaan tindak pidana tertangkap tangan berupa pemindahan isi elpiji yang dilakukan di belakang kontrakan milik RN oleh RD.

“Setelah dilakukan penangkapan dan penggeledahan ditemukanlah beberapa alat bukti yang diduga digunakan oleh pelaku Sdr RD dan Sdr RN untuk melakukan perbuatan pemindahan isi liquefied petroleum gas, dari tabung gas 3 kilogram subsidi pemerintah ke dalam tabung gas kosong ukuran 12 kilogram,” jelas Adi Putra, Minggu (27/06/2021).

Menurut Adi, proses pengoplosan elpiji dilakukan dengan cara meletakkan serta menekan tabung gas 3 kilogram di atas tabung gas 12 kilogram yang telah terpasang stick terbuat dari besi. Lalu tabung gas 12 kg disegel kembali sehingga terlihat seolah-olah bahwa segel tabung tersebut asli.

Setelah dilakukan interogasi di lapangan terhadap RD, diketahui bahwa tabung gas, segel plastik, segel karet dan kendaraan roda empat pickup milik ME, pemilik toko di kawasan Kampak, Jembatan 12 dan Gabek.

Berdasarkan informasi tersebut, Tim Naga Satreskrim Polres Pangkalpinang melakukan penyelidikan di toko-toko milik ME dan menemukan yang bersangkutan sedang berada di tokonya di kawasan Kampak. Tim melakukan penggeledahan ditemukanlah alat bukti lainnya berupa beberapa tabung gas ukuran 3 kg.

Dari para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa obeng, sebilah pisau, karet gas, stik, tabung gas, dan segel katup pengaman tabung gas, serta satu unit kendaraan roda empat.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Pangkalpinang guna proses penyidikan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Adi Putra menegaskan pihaknya tidak pernah segan melakukan penegakan hukum terhadap oknum pelaku usaha nakal yang merugikan masyarakat. Termasuk oknum pelaku usaha pengoplosan gas elpiji atau tindak pidana penyalahgunaan niaga bahan bakar gas.

“Sehingga berdampak pada tabung gas melon sering langka di masyarakat kecil karena disalahgunakan oleh oknum pelaku usaha pengoplos tabung gas ini,” pungkasnya. (ima)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *