oleh

Polres Bangka Jemput Paksa AZZ Pelaku Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19

BANGKA, BNBABEL.COM – Polres Bangka telah menetapkan satu orang tersangka atas kejadian penjemputan paksa terhadap jenazah pasien Covid-19 yang terjadi pada tanggal 26 Juli 2021 pukul 03:00 wib di Rumah Sakit Umum Daerah Depati Bahrin Sungailiat.

Hal itu disampaikan saat konfrensi pers pada hari Jum’at 6 Agustus 2021 oleh Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Ayu Ningrum dan PS Humas Polres Bangka.

Kapolres Bangka katakan pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka atas kasus penjemputan paksa jenazah pasien Covid-19. Ia menambahkan jika tersangka adalah adik kandung dari pasien tersebut.

Ia menjelaskan kejadian penjemputan paksa jenazah itu terjadi di RSUD Depati Bahrin Sungailiat, yang selanjutnya Dokter Aswin selaku Ketua Tim satgas penanganan Covid-19 rumah sakit melihat kejadian tersebut terus melakukan koordinasi dan melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kita kemudian melakukan penyelidikan dan mengambil keterangan dari saksi-saksi yang ada dan mengumpulkan barang bukti yang ada. Dari hasil tersebut kami menetapkan AAZ usia 35 tahun sebagai tersangka,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menuturkan jika saat ini belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan karena tersangka masih dinyatakan positif Covid-19. Menurutnya, pemeriksaan akan dilanjutkan setelah tersangka selesai menjalani pemeriksaan medis hingga dinyatakan sembuh.

“Dengan seluruh barang bukti yang ada sudah memenuhi unsur untuk menetapkan AZZ sebagai tersangka. Kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah tersangka benar-benar dinyatakan negatif Covid-19,” paparnya.

Sementara untuk tersangka nantinya akan dikenakan pasal 14 ayat 1 UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara dan denda sebesar 1 juta rupiah.

“Kami berharap jika ada anggota keluarga yang dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal dunia maka segala sesuatu penanganannya akan dilakukan oleh tim Gugus Tugas, jadi bagi masyarakat atau keluarganya tidak perlu melakukan penjemputan paksa jenazah,” pungkasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *