oleh

PIP Hiasi Pemandangan di Kawasan Wisata Pantai Indah Batu Bedaun

BANGKA, BNBABEL.COM – Pantai Indah Batu Bedaun yang terletak di Jalan Kualo, Kecamatan Sungailiat kini menjadi salah satu tempat tujuan wisata baik wisatawan lokal maupun dari luar. Namun dalam beberapa minggu ini ada beberapa beberapa ponton isap produksi (PIP) melakukan aktivitas penambangan di depan Pantai Indah Batu Bedaun ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Daerah Indonesia Bekerja (Inaker) Provinsi Bangka Belitung, Aboul A’la Almaududi,SH mengatakan dan mengajak kepada pelaku penambangan untuk mengikuti aturan yang berlaku. Seperti aktivitas KIP yang selama ini mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Dimana ada beberapa titik-titik lokasi yang telah ditetapkan oleh peraturan daerah dan dikuatkan lagi oleh undang-undang minerba tentu legalitas itu sangat penting. Terkait dengan aktivitas PIP yang ada di depan Pantai Indah Batu Bedaun, menurut hemat saya harus ditelusuri lebih unsur legalitasnya,” tegasnya, Senin (28/6/2021).

Menurutnya, jika aktivitas itu ilegal maka harus mengikuti aturan yang berlaku. Dan jika ilegal maka pihaknya meminta kepada pelaku PIP untuk menghentikan aktivitas tersebut.

“Jika masih terus dilakukan maka akan berdampak pada dunia sektor pariwisata, karena aktivitas penambangan seperti KIP atau PIP harus memiliki ijin. Kita juga tidak menampik jika ada beberapa wilayah perairan di Provinsi Bangka Belitung yang sudah ditentukan sebagai zona penambangan, jadi apabila ingin melakukan penambangan uruslah ijinnya terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu Ketua HNSI Kabupaten Bangka, Lukman menuturkan jika pelaku ponton seperti itu tidak mengantongi ijin, tetapi pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut apakah PIP yang beraktivitas di depan perairan Pantai Indah Batu Bedaun telah mengantongi ijin atau belum.

“Jika memang ada pelaku pariwisata yang merasa keberatan atas adanya aktivitas penambangan tersebut, maka nanti kita akan menghimbau kepada pelaku penambangan itu untuk bergeser terlebih dahulu. Jangan sampai nanti ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” ungkap Lukman.

Dirinya dalam waktu dekat ini akan menempuh langkah dengan berkoordinasi dengan para pelaku penambangan. “Di wilayah perairan ini ada tiga leading sektor, perikanan, pariwisata dan penambangan yang saling berkaitan. Dan ini harus benar-benar diatur sebijak mungkin, mudah-mudahan saja dalam masalah ini ada solusi yang terbaik tanpa ada yang merasa dirugikan,” pungkas Ketua HNSI Bangka.

Penulis : Adm

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *