oleh

Perpanjang PPKM Darurat, Jokowi : Kita Siapkan Dana Perlindungan Sosial Rp. 55.21 Triliun

JAKARTA, BNBABEL.COM – Dalam upaya menurunkan angka penyebaran dan penularan wabah COVID-19, Presiden RI Joko Widodo kembali mengumumkan perpanjangan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga 25 Juli 2021.

Namun untuk pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok di izinkan melakukan aktivasi sampai pukul 20:00 wib dengan kapasitas pengunjung dibatasi hanya 50 persen.

“Dalam pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat yang pengaturannya ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing,” ujar Jokowi, Selasa (20/7/2021).

Sementara itu untuk pedagang kaki lima,agen, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha kecil lainnya diinginkan buka sampai pukul 21:00 wib dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Kemudian untuk kegiatan sektoral esensial dan kritikal baik di pemerintahan maupun swasta teknis pelaksanaan akan dijelaskan secara terpisah.

Dalam pernyataannya, Presiden meminta semua pihak agar bisa bekerjasama dan bahu membahu untuk melaksanakan PPKM lanjutan tersebut. Dengan harapan kasus penyebaran penularan wabah virus corona bisa turun dan tekanan terhadap rumah sakit menurun.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu juga melakukan isolasi terhadap yang bergejala dan memberikan pengobatan medis sedini mungkin.

“Pemerintah akan terus memberikan dan membagikan paket obat gratis untuk ORG dan penderita gejala ringan yang direncanakan ada sebanyak 2 juta paket. Dan kami juga akan memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19,” terangnya.

Untuk meringankan beban masyarakat yang telah mengalami dampak pandemi Covid-19, pemerintah telah mengalokasikan dana tambahan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp. 55.21 triliun yang berupa bantuan tunai, bantuan sembako, bantuan kuota internet dan subsidi listrik.

Selain itu, pihaknya juga memberikan insentif yang diperuntukkan bagi sekitar 1 juta pelaku usaha mikro informal sebesar 1.2 juta.

“Dengan usaha keras, In Shaa Allah kita bisa segera terbebas dari situasi ini, sehingga kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *