oleh

Perjuangannya Berbuah Manis, Erzaldi Umumkan GeNose Kini Hadir untuk Masyarakat Bangka-Belitung

Bangka-Belitung, BNBABEL.COM — Gubernur Bangka-Belitung Erzaldi Rosman Djohan dalam keterangan di laman Facebook resminya pada Senin (12/04) malam mengatakan masyarakat Bangka-Belitung telah bisa menikmati layanan GeNose di dua bandara yang ada di Bangka-Belitung terhitung sejak kemarin.

Alat test deteksi dini COVID-19 melalui hembusan nafas yang dikembangkan oleh Universitas Gajah Mada (UGM) dengan bantuan kecerdasan buatan tersebut dikatakan oleh Erzaldi telah diterapkan di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, dan Bandara Hanandjoeddin Belitung.

“Alhamdulillah saya umumkan mulai tanggal 12 April 2021 masyarakat sudah bisa menikmati layanan GeNose di dua bandara di Bangka dan Belitung dengan tarif Rp 40.000. Mudah-mudahan ini bisa meringankan biaya perjalanan,” tulis Erzaldi bersyukur setelah berhasil menghadirkan layanan test deteksi dini COVID-19 bertarif murah untuk masyarakat Bangka-Belitung.

Selanjutnya ia mengatakan akan segera menerapkan GeNose di beberapa pelabuhan yang ada di Bangka-Belitung secepat mungkin sebagai upaya memberikan layanan terbaik bagi pengguna moda transportasi laut.

“Setelah ini saya akan mendorong penggunaan GeNose di Pelabuhan Pangkal Balam, Muntok, Tanjung Pandan, Belinyu, Sadai, dan Manggar,” ucap orang nomor satu di Bangka-Belitung itu bersemangat.

Diberitakan sebelumnya bahwa layanan GeNose telah mulai diterapkan perdana sejak awal April di empat bandara di Indonesia yaitu Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Internasional Yogyakarta, dan Bandara Juanda Surabaya.

Penerapan ini dikatakan oleh Kementerian Perhubungan sebagai ujud komitmen pemerintah untuk menyediakan GeNose sebagai alternatif selain Antigen dan PCR bagi pelaku perjalanan transportasi udara.

Mengetahui hal itu, Gubernur Erzaldi beberapa waktu lalu mengatakan akan segera berkomunikasi dengan PT Angkasa Pura II agar bisa menyediakan GeNose di dua bandara yang ada di Bangka-Belitung, yakni Bandara Depati Amir dan Hanandjoeddin.

Hal itu ia ungkapkan bukan hanya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan saja, melainkan guna menekan sebaran pandemi di provinsi yang dikenal sebagai pulau timah ini, sekaligus memberi keringanan bagi masyarakat dalam hal biaya pengecekan virus COVID-19.

GeNose sendiri merupakan produk hasil karya anak bangsa besutan UGM yang sudah teruji dan diterapkan di 44 stasiun kereta api sejak 5 Februari 2021 yang lalu, serta telah melewati pengujian terhadap lebih dari 300.000 orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain Bangka-Belitung, tercatat baru beberapa daerah saja yang menyediakan layanan GeNose di bandara masing-masing provinsi. Bahkan bandara internasional sekaliber Soekarno-Hatta sekali pun hingga kini diketahui belum menyediakan alat test deteksi COVID-19 dengan harga yang merakyat tersebut.

Jurnalis: JAM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *