oleh

Per 23 Mei, 431 Sapi di Bangka Positif Mengidap PMK

BANGKA, BNBABEL.COM – Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak sapi telah terjadi di beberapa Provinsi yang ada Indonesia, tak ayal hal ini juga menuai perhatian khusus bagi pemerintah. Untuk di Kabupaten Bangka hingga saat ini sesuai data yang berhasil didapatkan oleh Dinas Pangan dan Pertanian sudah tercatat ada sebanyak 431 kasus per 23 Mei 2022.

Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Syarli Nopriansyah bahwa kasus PMK di Bangka Belitung disebabkan adanya pengiriman sapi dari luar pada akhir bulan April 2022. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya sudah melakukan rapat di hari Kamis yang lalu dengan seluruh Kepala Dinas Pangan dan Pertanian se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kalau di Kabupaten Bangka, kami sudah menurunkan tim ke lapangan sejak tanggal 6 Mei yang lalu. Tingkat kesembuhan juga cukup tinggi, dari 431 kasus ada 276 sapi yang alami kesembuhan walau memang ada yang dipotong paksa dan ada 3 ekor sapi yang mati,” terangnya, Rabu (25/5/2022).

Dirinya mengharapkan kedepannya tidak ada lagi penambahan kasus PMK. Meski pihaknya telah menurunkan tim dokter hewan di lapangan, juga menerima laporan dari masyarakat jika ada hewan ternaknya mengalami gejala-gejala PMK.

“Kasus PMK di Kabupaten Bangka ini tersebar di 5 kecamatan, diantaranya Kecamatan Sungailiat, Mendo Barat, Belinyu, Merawang dan Pemali,” jelas Kadis Pangan dan Pertanian Bangka.

Lebih lanjut ia katakan untuk saat ini masih terus melakukan pembahasan dalam menghadapi kebutuhan ketersedian daging sapi di bulan Idul Adha. Pada tanggal 11 Mei 2022 surat edaran Gubernur menyatakan larangan sapi masuk ke Bangka Belitung.

“Namun pada tanggal 16 Mei, Pj Gubernur mengeluarkan surat edaran memperbolehkan masuknya sapi ke Bangka Belitung dari luar daerah akan tetapi ada dua daerah yang tidak diperbolehkan masuk yaitu dari Jawa Timur dan Aceh,” tutup Syarli Nopriansyah. (Rudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.