oleh

Penertiban Fantastis TI Ilegal Di Wilayah Teluk Kelabat Dalam, Satpolair Polres Bangka Rilis Identitas 12 Ponton Diamankan Milik Warga Basel dan Babar

BELINYU, BNBABEL.COM — Personil Gabungan Polres Bangka, Dit Polairud Polda Bangka Belitung, Polsek Belinyu, Polsek Riau Silip dipimpin Kasat Polairud dan PJU Polsek sekitar melaksanakan penertiban Tambang Ilegal yang berada di lokasi Teluk Kelabat Dalam dalam kawasan IUP PT. Timah pada DU-1560 dan IUP Pemda dimulai sekitar Pukul 10.00 WIB, Selasa (15/6).

Kasat Polair Polres Bangka yang memimpin penertiban merilis kronologis penertiban TI Ilegal di wilayah Teluk Kelabat dalam.

” Pukul 11.45 Wib Personil Gabungan turun ke Laut menggunakan 1 unit kapal Patroli Ditpolair (XXVII-2006) dan 1 unit Speed Lidah dan melaksanakan patroli disekitar wilayah Teluk Kelabat Dalam” Ujar AKP Yanto.

Dalam Patroli dan Razia Penertiban TI Ilegal tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan satu 1 unit kapal Penarik ponton sekaligus kapten kapal milik warga Sukadamai, Toboali, Bangka Selatan yang sedang menarik 10 Unit Ponton dari Bangka Selatan dan Bangka Barat.

” Diamankan satu unit Kapal Motor Penangkap ikan milik saudara Rion Fransisko asal Toboali. Adapun turut diamankan Kapten kapal tersebut yaitu Yanto 35 tahun asal Sukadamai Toboali. Kapal tersebut diamankan saat sedang menarik 10 unit PIP yang berasal dari Laut Sukadamai Toboali Bangka Selatan dan Tanjung ular, Bangka Baratt. Pemilik PIP tersebut yaitu saudara nyat warga Toboali sebanyak 6 unit dan saudara Giuh warga Toboali sebayak 4 unit” Jelas AKP Yanto.

Selain itu, dalam razia Gabungan TI Ilegal ini petugas turut mengamankan 2 Unit TI apung jenis selam yang diduga ilegal yang masih beraktifitas saat Razia berikut 8 orang pekerjanya.

‘ Adapun pemilik Ponton pertama yang di amankan yaitu Saudara Amad yang beralamat di Teluk Limau, Bangka Barat dengan para penambang yang diamankan 4 orang penambang, sedangkan Ponton kedua yang di amankan yaitu Santo yang beralamat di Penganak dengan para penambang yang diamankan 4 org penambang” Ujar AKP. Yanto.

Diketahui berdasarkan keterangan dari para penambang bahwa selaku koordinator dari aktifitas TI apung tersebut adalah LN atas nama CV. TRB.

Dari pantauan petugas penertiban di lapangan bahwa terdapat lebih kurang 300 unit PIP yang terparkir disekitar wilayah Teluk Kelabat dalam yang sedang dalam kondisi tidak beraktivitas saat penertiban.

Sekira Pukul 16.30 WIB kegiatan penertiban tambang ilegal disekitar wilayah Teluk Kelabat Dalam selesai dilaksanakan.

Penulis : iR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *