oleh

Penambang Bandel, Sudah Ditertibkan Kembali Menambang, Divpam PT Timah Sita Alat Tambang

BELITUNG, BNBABEL.COM — Meski cuaca yang kurang bersahabat, namun tidak menyurutkan Tim Divisi Pengamanan (Divpam) PT Timah Tbk untuk terus melakukan giat patroli.

Bagi anggota Tim Divpam PT Timah Tbk cuaca bukanlah halangan untuk menjaga wilayah usaha izin penambangan (WIUP) dari aktivitas penambangan illegal yang dilakukan oleh oknum masyarakat.
Seperti yang dilakukan pada Kamis (9/12/2021) sekitar pukul 20.30 – 22.30 WIB, Tim Divpam PT Timah melakukan giat patroli yang berlokasi di wilayah Pos PAM CK3 Badau Belitung Barat. Area ini merupakan area tambang warga berinisial H.
Patroli dan penertiban ini dipimpin langsung oleh Kabid PAM UPB.

Mengetahui ada aktivitas tambang di WIUP PT Timah Tbk, tim kemudian melakukan penertiban dan selanjutnya mengamankan barang bukti dari wilayah tambang H, yang sebelumnya pernah dilakukan penertiban.
Namun yang bersangkutan kembali menambang lagi diarea tersebut. Bersama rekannya berinisial R pada malam itu telah melakukan aktifitas tambang kembali di lokasi tersebut.

Tim Pengamanan PT Timah melakukan penertiban dan mengamankan barang bukti berupa 3 Unit Mesin Dompeng, 1 Unit Mesin Robin, 1 pc Pipa Spiral Plastik.
Selanjutnya BB tersebut diamankan di Kantor PAM UPB.
“Kita memang terus melakukan giat patroli.

Karena kita tidak ingin wilayah yang sebelumnya telah clear, rupanya kembali ditambang. Buktinya ketika kita melakukan patroli di Belitung, ternyata lokasi yang sebelumya sudah kita tertibkan, kembali ditambang oleh orang yang sama,” ujar GM PT Timah Tbk, Robertus Bambang Susilo.

Namun demikian, Robertus juga mengucapkan terimakasih kepada anggota Tim Divpam PT Timah Tbk, yang berhasil melakukan pengamanan dan penertiban secara baik dan berjalan lancar serta aman.

Dijelaskan Robertus, sebelumnya Tim Divpam melaksanakan penertiban secara persuasif, namun ternyata penambang ilegal ini tetap membandel menambang ilegal. Padahal, kata Robertus, para penambang ini telah menandatangani surat pernyataan bermaterai Rp 10.000, yang menyatakan tidak akan menambang ilegal kembali di IUP PT Timah dimananpun.

“Tetapi masih banyak juga yang kita temukan mereka kembali menambang. Sehingga untuk efek jera yang bersangkutan, maka alat tambangnya diamankan agar tidak bisa lagi digunakan menambang ilegal,” tukas Robertus.

Robertus berharap dengan pola yang diterapkan ini, akan ada efek jera para penambang untuk berhenti menambang di WIUP.
“Semoga populasi tambang ilegal di Bangka Belitung dapat berkurang secara sistematis,” harapnya. (BN11)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *