oleh

Pemprov Babel Mulai Wajibkan ASN Pakai Batik Korpri

PANGKALPINANG, BNBABEL.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai memberlakukan kewajibkan bagi para ASN untuk memakai pakaian batik Korpri pada tanggal 17 setiap bulannya.

“Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib menggunakan pakaian batik Korpri setiap tanggal 17,” kata Gubernur Erzaldi Rosman, melalui surat edaran nomor : 025/0414/VI tertanggal 28 Juni 2021.

Selanjutnya tertulis, apabila pada tanggal tersebut bertepatan hari libur maka penggunaan dilaksanakan pada hari kerja berikutnya.

Menurut Gubernur Erzaldi, sebagaimana edaran, penggunaan batik berwarna biru tersebut dalam rangka menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap Korpri sekaligus mempertegas identitas ASN selaku anggota Korpri.

Selain itu, dalam surat edaran yang berisi tentang Penggunaan Batik Korpri dan Pakaian Kerja Pegawai Harian Lepas (PHL) di Lingkungan Pemprov Babel, juga mewajibkan para PHL mengenakan pakaian seragam dinas berwarna biru dengan bawahan hitam pada setiap Senin hingga Rabu. Sedangkan Kamis dan Jum’at harus memakai pakaian batik sebagaimana ASN.

Hal itu sebagaimana tertib pakaian kerja bagi PHL diperlukan pengaturan untuk penggunaan pakaian dinas dimaksud.

Seorang ASN Pemprov Babel, Lulus Wijaya, mengaku setuju dengan pemberlakuan kewajiban memakai baju batik Korpri tersebut.

Selain sebagai identitas seorang ASN sebagai anggota Korpri, kata dia, juga menjadi kebanggan tersendiri. Alasannya tidak semua orang berkesempatan menjadi abdi negara yang notabene anggota Korpri.

“Kita yang terpilih seharusnya bangga, salah satunya memakai identitas yang menjadi ketentuan pemerintah,” ujarnya.

ASN yang bekerja di salah satu perangkat daerah Pemprov Babel ini menyebutkan banyak manfaat seorang pegawai menjadi anggota Korpri. Selain program bantuan hukum dan kredit perumahan juga adanya santunan bagi anggotanya yang mengalami musibah.

“Selama ini kita tahu info bahwa ada beberapa manfaat dari anggota Korpri, (seperti) ada santunan, bantuan hukum, perumahan dan lain-lain. Tetapi itu harus disosialisasikan secara masif karena tidak semua anggota Korpri tahu akan hal itu,” imbuhnya.

Hal senada dikemukakan ASN lainnya, Erik PSN. Ia menegaskan mendukung kebijakan memakai baju batik Korpri setiap bulannya.

“Ya, itu positif utk menumbuhkan jiwa korsa ASN, pakaian batik Korpri bukan hanya identitas tapi kebanggan bagi setiap org yg mengenakannya sebagai abdi negara,” kata Erik.

Dia berpandangan keberadaan dan fungsi Korpri sebagai sebuah wadah internal pegawai harus lebih diberdayakan secara optimal sehingga dirasakan manfaatnya oleh para anggota.

“Selama ini Korpri dikenal sebagai wadah sosial bagi ASN, ke depan harapannya bisa sebagai wadah saluran aspirasi ASN,” harapnya. (ima)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *