oleh

Pemprov Babel Dorong Kebijakan Zero Kendaraan ODOL Berlaku Efektif 2023

PANGKALPINANG, BNBABEL.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Perhubungan mendorong kebijakan zero Over Dimension Over Loading (ODOL) berlaku penuh pada tahun 2023.

Kebijakan yang sebelumnya direncanakan mulai 2021 namun efektif berlaku 2023 ini sebagai salah satu upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Pemerintah mengupayakan program Zero Over Dimension Over Loading 2023 dapat terselenggara dengan baik dan berjalan lancar, khususnya di Babel,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Babel, Zanuari Anizar, di Pangkalpinang, Jum’at (02/07/2021).

Dikatakannya, dishub akan terus mensosialisasikan kebijakan tersebut, termasuk diantaranya melibatkan instansi terkait seperti kepolisian. Salah satunya dengan melakukan inspeksi, audit dan pemantauan sistem manajemen keselamatan perusahaan angkutan umum.

Kegiatan bersama Dirlantas Polda Babel digelar di sejumlah ruas jalan ini dalam rangka sosialisasi serta penindakan kepada pengemudi maupun pemilik kendaraan pick up dan truk, yang menyalahi aturan sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas Angkutan Jalan.

“Dengan adanya operasi gabungan ini agar pengemudi dan pemilik kendaraan pick up dan truk wajib melengkapi buku KIR yang valid serta tidak kelebihan dimensi dan muatan atau over dimension over loading (ODOL),” terang Zanuari Anizar.

Ia menjelaskan, razia yang dilakukan ini juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar memiliki surat kelengkapan kendaraan yang masih berlaku serta dimensi kendaraan tidak sesuai dengan standar produksi dan ketentuan perundang-undangan.

“Selain akan merusak infrastruktur jalan, kendaraan ODOL ini berpotensi membahayakan pengguna jalan raya lainnya,” tukas Zanuari.

Ia menyebut, dasar hukum penanganan ODOL mengacu pada peraturan perundang-undangan, seperti UU Nomor 22/2009 tentang LLAJ, PP Nomor 74/2014, Permenhub Nomor 134/2015, dan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor SK.736/AJ.108/2017.

Terhadap kendaraan ODOL, kata Zanuari, masih diberikan toleransi untuk melakukan pemotongan atau normalisasi kendaraan secara mandiri.

“Kami menghimbau kepada pengemudi dan pemilik kendaraan yang ODOL yang belum maupun sudah terjaring razia untuk melakukan pemotongan atau normalisasi kendaraan secara mandiri,” imbuhnya.

Ia menegaskan apabila ke depan masih melakukan pelanggaran ODOL, pihaknya akan melakukan penindakan dengan memotong dimensi kendaraan yang melebihi standar produksi tersebut dalam razia bersama kepolisian.

Ia menghimbau pengemudi dan pemilik kendaraan truk maupun pickup patuh aturan dalam berlalu lintas, dengan melengkapi surat kendaraan serta dimensi kendaraan sesuai standar produksi. (ima)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *