oleh

Pasca Penggerebekan Tambang Ilegal Sekala Besar Di Konsesi PT. Timah Dan HP, Police Line Melingkar Di TKP dan Sejumlah BB Penambangan

BANGKA, BNBABEL.COM — (25/8) Pasca penggerebekan mendadak terhadap aktifitas penjarahan biji timah yang digarap oleh tambang skala besar Ilegal di lokasi kawasan HP dan Konsesi IUP PT. Timah di Dusun Bedukang, Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka oleh Tim Pengamanan PT.Timah bersama Aparat Penegak Hukum.

PT. Timah Persero TBK telah melimpahkan laporan, pekerja tambang dan Barang Bukti ( BB) ke Polres Bangka untuk di lakukan Proses Hukum.

Kasat Reskrim Polres Bangka AKP. Ayu Ningrum membenarkan pelaporan berikut 4 pekerja dan barang bukti yang telah diamankan petugas gabungan pada sore hari itu juga ke Mapolres Bangka.

Rabu, (25/8) Dikatakan Satreskrim Polres Bangka, saat mengamankan barang bukti lainnya yang tertinggal di TKP, Pihak Reskrim Polres Bangka telah mengambil keterangan dari 4 orang pekerja tambang yang diamankan sekaligus menerima barang bukti berupa biji timah sebanyak 21 kampil seberat 801 Kg ( basah).

“Kemarin Timah sebanyak 21 kampil dan 4 pekerja yang kita terima di Polres, kita sudah mengambil keterangan mereka. Kita langsung bergerak cepat datang ke TKP untuk menyita atau mengamankan barang bukti yang ada di TKP” Ujar AKP. Ayu Ningrum.

Dikarenakan situasi malam hari dan keterbatasan sarana untuk mengangkut Barang Bukti ( BB) yang cukup banyak dari TKP pada malam itu juga, maka petugas Polres Bangka melanjutkan pengamanan barang bukti pada hari ini.

” Ada 3 PC ( Alat Berat), 1 Mesin dan 1 Pompa Air. Namun kita terkendala Medan, penerangan dan sarana angkut sehingga kita lanjutkan hari ini mengamankan seluruh alat bukti untuk dibawa ke Polres” Kata AKP. Ayu menerangkan.

Berdasarkan Liputan langsung dilapangan pada hari penggerebekan, dari keempat pekerja beberapa diantaranya mengakui kepada petugas dan wartawan bahwa mereka bekerja atas suruhan pemilik tambang atas nama Amuk Warga Bedukang.

Namun itu, 4 pekerja yang diamankan dan Amuk yang disebut – sebut sebagai Bos tambang itu belum dapat ditetapkan sebagai tersangka, Menurut AKP. Ayu pihaknya harus melakukan gelar perkara terlebih dahulu.

” Jadi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, status baru diamankan dan diambil keterangan. Untuk menetapkan tersangka kita harus gelar perkara terlebih dahulu baru kita bisa menetapkan tersangka dari 4 orang pekerja dan dugaan pemilik tambang atas nama Amuk’ Ujarnya.

AKP. Ayu mengatakan tidak ada halangan pada hari ini untuk mengangkut seluruh barang bukti Ke Polres Bangka.

” Untuk halangan tidak ada,sampai sejauh ini masih berjalan lancar” Kata Kasat Reskrim Polres Bangka.

Amuk, Warga Bedukang yang dikatakan sebagai Bos Tambang Ilegal tersebut telah menerima surat panggilan dan baru akan memberikan keterangan pada malam ini.

“Sudah kita panggil dan malam ini akan di ambil keterangan” Ujar AKP. Ayu Ningrum via pesan Whatsapp kepada wartawan. Sore, (25/5).

Sampai Pukul 12.30 WIB, (25/8) nampak seluruh TKP dan barang bukti berupa 3 Unit Alat Berat merek Hitachi berwarna kuning, 2 mesin ponton telah dipasang Police Line dan sedang diupayakan untuk dibawa ke Polres Bangka.

Penulis : Ir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *