oleh

Ombudsman Babel dan Lapas Narkotika Pangkalpinang Sinergikan Visi Layanan Publik

PANGKALPINANG, BNBABEL.COM – Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy menerima kunjungan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Narkotika Pangkalpinang, Sugeng Hardono, Amd.IP., SH, MM di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung (15/07/2021).

“Kami mengharapkan masukan dan saran Ombudsman sebagai Pengawas Pelayanan
terhadap prinsip-prinsip pelayanan publik, budaya pelayanan prima dan visi serta misi pelayanan,” ujar Kalapas, Sugeng Hardono dalam awal sambutan.

Menyambung hal tersebut, Sugeng juga menambahkan kekhususan Lapas Narkotika yang berbeda dibanding instansi penyelenggara pelayanan lainnya di wilayah Kementerian Hukum dan HAM.

“Pengguna layanan di LP kami bersifat khusus dan berbeda dibanding instansi lainnya. Ada 3 sistem yang saling terkait yaitu warga binaan, keluarga dan masyarakat, ketiga sistem ini harus kondusif agar pembinaan tidak terputus. Kami khawatir apabila kekhususan LP agak
berbeda dengan visi standar pelayanan misalnya mulai dari peraturan bahwa makanan harus dibatasi, pembatasan jam besuk, hingga persoalan pakaian. Kami menargetkan agar standar pelayanan publik dan penegakan HAM, kedua nya dapat bersisian, berjalan dengan baik. Untuk itu kami membutuhkan saran Ombudsman untuk solusi dari kendala-kendala
layanan yang kami temui. Untuk mendukung pelayanan yang prima kami sudah membuat gedung layanan yang baru dan pelayanan berbasis aplikasi,” tambahnya.

Selanjutnya, Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan
Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy mengapresiasi upaya Lembaga
Pemasyarakatan Kelas IIA Narkotika Pangkalpinang untuk terus meningkatkan pelayanan publik.

“Komitmen penyelenggara merupakan kunci dari peningkatan kualitas layanan, beberapa
kali membersamai banyak instansi penyelenggara pelayanan biasanya masih ada hal-hal yang luput dalam pemenuhan ketentuan minimum dalam pelayanan publik serta inovasi pelayanan juga harus sampai pada pengukuran seberapa besar dampak inovasi tersebut kepada sasaran layanan. Tapi dengan atensi Pak Kalapas yang sangat memperhatikan pelayanan, kami yakin koordinasi antara Ombudsman dan Lapas Narkotika bisa berjalan dengan baik,” sambung Yozar.

Yozar juga berharap agar Ombudsman Babel dan Lapas Narkotika dapat bersinergi dan saling berkoordinasi dalam banyak hal.

“Ombudsman bekerjasama dengan Kemenkumham sudah cukup lama, tidak hanya pada standar pelayanan tetapi juga substansi dan sisi kemanusiaan. Kami sangat gembira atas kedatangan Pak Kalapas dan Jajaran, semoga selanjutnya kita dapat bersinergi timbal balik
dan saling koordinasi untuk berbagai hal terkait pemenuhan tugas dan fungsi
masing-masing lembaga,” tutup Yozar.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *