oleh

Ombudsman Babel dan BPK Siap Saling Perkuat Fungsi Pengawasan

PANGKALPINANG, BNBABEL.COM – Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, Shulby Yozar Ariadhy berkunjung ke Badan Pemeriksaan Keuangan Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang disambut langsung oleh Kepala Perwakilan BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Ida Farida, S.E., M.M., Ak., CSFA., CA diruangan kerjanya (06/07/2021).

Kunjungan dilakukan dalam rangka silahturahmi yang dikhususkan untuk membantu melaksanakan tugas pokok dan fungsi Ombudsman sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang No. 37 Tahun 2009 tentang Ombudsman Republik Indonesia untuk melakukan koordinasi dan kerjasama serta membangun jaringan kerja dengan lembaga negara atau lembaga pemerintahan lainnya.

Ombudsman dinilai perlu untuk menjalin komunikasi dan koordinasi secara terus menerusdengan lembaga negara atau lembaga pemerintahan lainnya salah satunya BPK. BPK sebagai lembaga tinggi negara yang bertugas untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara merupakan mitra yang erat dengan Ombudsman yang merupakan lembaga pengawas pelayanan publik.

Kunjungan banyak membahas mengenai tugas pokok dan fungsi masing-masing lembaga dan kerjasama yang mungkin dilakukan diantara kedua lembaga negara ini. Kepala Perwakilan BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Ida Farida, S.E., M.M., Ak., CSFA., CA menyampaikan ada tiga fokus kerja BPK Perwakilan Bangka Belitung.

“Jadi, untuk di perwakilan kami fokus pada 3 hal yaitu Tematik, Kebijakan Fiskal dan Pemeriksaan Pendapatan Daerah. Untuk contoh kegiatan tematik misalnya vaksinasi COVID-19, seluruh proses pengelolaan keuangan menjadi pengawasan kami,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menaruh
ketertarikan tentang fungsi dan tugas pokok Ombudsman. Yozar menambahkan bahwa
Ombudsman merupakan lembaga pengawas ekternal yang mengawasi pelayanan publik.

“Ombudsman tusinya adalah mengawasi pelayanan publik, tiga subtansi yang menduduki peringkat atas yang paling banyak dilaporkan ke Ombudsman Babel untuk tiga bulan terakhir yaitu pertanahan, pendidikan dan kepolisian,” papar Yozar.

“Kami inginkan kolaborasi dan sinergi dengan BPK Babel terutama pada penyelesaian laporan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan isu atau permasalahan keuangan, tidak menutup kemungkinan nantinya kami akan menemui laporan yang memerlukan peran BPK untuk penyelesaiannya,” tutupnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *