oleh

Memasuki Usia Delapan Tahun, Terash Mini Cafe Tetap Eksis di Tengah Kelesuan Ekonomi Masa Pandemi

Sungailiat, BNBABEL.COM— Pandemi COVID-19 yang mencengkram masyarakat dunia sekitar satu tahun lebih belakangan ini turut mempengaruhi sektor perekonomian banyak negara.

Tak terkecuali negara-negara dengan fundamental ekonomi yang kuat sekali pun, sampai harus dibuat kelimpungan oleh virus mematikan yang ditemukan pertama kali di Wuhan, RRT.

Adanya pemberlakuan kebijakan pembatasan interaksi sosial atau bahkan karantina wilayah (Lock Down) di banyak negara yang tingkat pandeminya terbilang parah, mengakibatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat mesti terhenti sementara waktu, atau paling tidak, berjalan sangat lambat.

Hal ini pula yang dirasakan oleh kebanyakan pelaku usaha di Indonesia, setelah ditemukan kasus infeksi pertama di Jakarta pada Maret tahun lalu, yang kemudian mengharuskan pemerintah Indonesia memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya mencegah, membatasi, dan mengontrol sebaran virus COVID-19 secara terukur.

Mulai dari tingkatan korporasi hingga pelaku UKM, tak lepas menjadi korban dari efek pandemi yang semakin hari kian massif tersebar ini.

Banyak perusahaan besar bertumbangan, semisal di sektor padat karya saja turut berimbas merumahkan banyak karyawan. Gelombang PHK massal yang terjadi ini pun semakin mengerek tinggi angka pengangguran nasional pada catatan data statistik BPS.

UKM sebagai sektor usaha kecil dan menengah juga seakan tak cukup kebal menahan efek pandemi yang berlarut lama ini. Padahal saat terjadi krisis moneter pada ’97 silam, UKM ditengarai sebagai pilar kuat yang ketika itu mampu menopang perekonomian nasional dari terpaan badai krisis yang meluluh-lantakan negara-negara berkembang, khususnya di regional Asia.

Namun di tengah kelesuan daya perekonomian saat ini ternyata masih ada saja sosok pelaku usaha militan yang masih tetep eksis dan bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi di masa pandemi.

Sosok pelaku usaha itu adalah Dovy Hernanda, pemilik gerai tongkrongan bernama ‘Terash Mini Cafe’, yang sudah hampir delapan tahun bergelut di dunia ‘food and beverage’ ini mengatakan tidak memungkiri kondisi saat ini membuat kafe yang ia kelola mengalami penurunan omset sekitar setahun belakangan ini.

“Iya. Kondisi pandemi ini memang menurunkan pemasukan cafe yang saya kelola turun drastis. Tidak seperti biasanya,” ucapnya saat ditemui di Terash Mini Cafe, Sabtu (27/03) sore.

Selama hampir delapan tahun berjibaku di dunia usaha cafe, ia mengatakan sudah sering kali mengalami jatuh-bangun berkompetisi dengan cafe-cafe lainnya di seputar Kota Sungailiat.

Namun diakui oleh dia kalau kondisi pandemi saat ini merupakan ujian terberat yang membuatnya harus memutar otak agar tetap bisa bertahan. Apalagi di tengah pertumbuhan usaha sejenis seperti warung kopi, kata Dovy, yang kini sudah mulai bertumbuh pesat di Kota Sungailiat.

Karena itu ia pun tak henti-hentinya melakukan inovasi demi membuat pelanggannya, terkhususkan kalangan anak muda, agar selalu setia menghabiskan waktu di cafe miliknya yang pernah ‘hits’ pada tahun 2015 silam.

“Kuncinya adalah inovasi supaya konsumen dan pelanggan tetap kami selalu nongkrong di cafe ini. Apalagi kita tahu pertumbuhan warung kopi di Sungailiat saat ini begitu pesat-pesatnya,” ujar Dovy bersemangat.

Dilanjutkan olehnya bahwa selama hampir delapan tahun membuka usaha cafe, ia sudah memahami betul karakter sosial setiap konsumen dari berbagai jenjang usia dan profesi, mulai dari anak muda sekolahan hingga kalangan profesional, sehingga dirinya telah tahu bagaimana harus melayani keinginan dari setiap konsumennya agar bisa merasa betah dan nyaman memanjakan waktunya di ‘Terash Mini Cafe’.

Seperti yang diungkap oleh Diman, pelanggan setia yang hampir setiap hari selalu hadir menyeruput kopi susu gula aren khas ‘Terash Mini Cafe’ selepas pulang kerja.

“Sejak 2014 saya sudah sering nongkrong di sini. Seringnya pesan kopi susu kalau habis pulang kerja. karena menurut saya kopi susu di sini punya cita rasa yang khas dan berbeda dari tempat lainnya, ya. Jadi susah berpaling ke cafe lain, bang,” tutur Diman sambil tertawa.

Adapun untuk produk minuman dan makanan, ‘Terash Mini Cafe’ menyajikan beragam menu yang terbilang komplit, mulai dari menu ringan hingga berat.

Salah satunya ada ‘Krazzaa’ yang merupakan cemilan olahan kentang dengan berbagai varian rasa seperti rasa jagung bakar, keju, barbeque, dan lainnya, yang menjadi satu di antara pesanan favorit pelanggan.

Untuk mencicipi kelezatan ‘Krazzaa’ atau kopi susu gula aren ini, selain layanan di tempat, konsumen pun kini bisa memesannya melalui pesan antar dengan menghubungi nomor customer service ‘Terash Mini Cafe’ di 0852-1000-0912.

Jurnalis: JAM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *