oleh

Melati Erzaldi Kagum saat mengunjungi wisata alam Danau Pading,seperti ini penjelasannya

PERLANG, BNBABEL.COM – Melati Erzaldi, Istri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, mengapresiasi kemandirian Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa Perlang Kabupaten Bangka Tengah dalam mengelola Danau Pading menjadi tujuan wisata. Mereka adalah pahlawan lingkungan yang sangat menginspirasi Pokdarwis lain.

Foto : Dok Babelprov.go.id
Foto : Dok Babelprov.go.id

 

Tampak ekpresi kagum saat mengunjungi wisata alam Danau Pading, Melati Erzaldi yang merupakan Founder Babel Creatorium ini, mengajak sahabat-sahabat Babel Ceratorium ikut serta dalam kunjungannya, Rabu (10/11/2021).

“Saya ingin sekali memperkenalkan kepada kalian, agar terbuka network atau jaringan dengan teman-teman di Pangkalpinang. Karena kolaborasi merupakan solusi mengembangkan potensi-potensi lain,” ungkapnya masih terkagum dengan danau eks tambang timah yang disulap menjadi landscape yang menyajikan kenyamanan, bersih dan menawarkan wisata yang tak biasa di Bangka Belitung.

Selain menjadi ajang terjaganya silaturahmi antara Babel Creatorium dan Pokdarwis Danau Pading, Melati Erzaldi mengaku ini pertama kali dirinya melihat langsung lokasi wisata yang cukup viral karena instagrameble ini.
Danau Pading bahkan mendapat pujian dari Mas Menteri Sandiaga Uno yang merupakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Dikatakannya, kolaborasi perlu dilakukan bersama tidak hanya dengan Babel Creatorium yang sudah berkomitmen atas Danau Pading, tetapi juga dengan berbagai pihak termasuk pengusaha lokal, tampak hadir mantan Ketua HIPMI Pangkalpinang, Dhimas Rinaldi.

“Yang dilakukan Pokdarwis danau pading ini adalah sesuatu yang baru, perlu didukung. Biasanya daerah potensi wisata selalu berharap dengan pemerintah, tapi kalian sangat mandiri,” ungkap Melati Erzaldi dalam pertemuan yang dilaksanakan di pondok yang menghadap danau.

Kemandirian 27 orang anggotanya, membuat Pokdarwis ini mendapat banyak apresiasi atas kegigihan membangun sebuah danau terbengkalai, yang ditinggal paska kandungan timahnya ditambang.

“Salut terhadap para pejuang Danau Pading. Apa yang kalian lakukan ini, luar biasa dan semangat ini harus didampakkan kepada para pelaku wisata lain,” ungkap Melati Erzaldi yang juga mengungkapkan bahwa kelompok ini akan diundang mengunjungi Pokdarwis lain untuk berbagi pengalaman dan semangat.

Diketahui Melati Erzaldi, dalam membangunnya, kelompok ini tidak hanya berkorban materi dan tenaga, selain mendapat dukungan dari Kepala Desa, mereka juga bergotong royong, hal ini lah yang dikatakan Melati Erzaldi untuk dapat ditularkan kepada teman-teman Pokdarwis lain.

Bukti lain kesuksesan pengelolaan tempat wisata ini, masih menjadi hal yang mengagetkan bagi Melati Erzaldi saat diceritakan bahwa setiap week end (Jumat, Sabtu, Minggu) mereka setidaknya rata-rata mendapat omset hingga Rp.5.000.000,- .

“Ini adalah suatu bukti, yang sudah berdarah-darah membangun dan mengelola Danau Pading,” ungkapnya.

“Penghasilan ini bisa didapat dari penyewaan gazebo-gazebo dan warung anggota Pokdarwis,” ungkap salah seorang pengelola dalam obrolan sore ini.

Dikatakannya lebih lanjut, selain Danau Pading, Desa Perlang juga memiliki wisata air terjun, wisata bahari (pantai) dan Bukit Pading dibalik Danau Pading. Dikelola oleh 4 divisi yang mengelola masing-masing kawasan dengan total anggota diatas 50 orang.

Bahkan di Bukit Pading, masih ada Linau Perlang Mentari, sebuah danau di bukit yang masih sulit dijangkau, harus berjalan kaki dan medan yang masih sulit ditempuh.

Pada kesempatan ini, hadir perwakilan komunitas tuli yang juga memberi masukan untuk menyediakan fasilitas ramah disabilitas seperti track untuk kursi roda, plang keterangan yang bisa dibaca penyandang disabilitas, hingga melibatkan disabilitas lokal untuk lebih berdaya di lokasi wisata ini.

Selain itu, Melati Erzaldi juga sangat menyetujui untuk pelatihan bahasa isyarat agar bisa digunakan pengelola ketika harus menyambut wisatawan disabilitas.

“Peningkatan skill ini bisa memanfaatkan ADD, terlebih pemerintah desa sangat mendukung aktivitas Pokdarwis ini,” ungkapnya.

Sementara, Kak Towel, Ketua Babel Creatorium, juga berkesempatan memberi masukan selain sajian pemandangan indah, rapi, bersih.
Pesannya, siapapun dia (wisatawan), berikan service yang sama kepada pengunjung yang datang.

“Disapa, dijelaskan tentang Pading,” ungkapnya memberi masukan.

Dimas Rinaldi, dari sisi pengusaha muda, memberi masukan untuk lebih memperkaya pilihan merchandise bernuansa Danau Pading, agar ada perputaran ekonomi terjadi di tempat wisata yang ramai pengunjung.

Diharapkan menjadi one stop entertaiment, selain pemandangan, ada aktivitas kesenian lokal seperti teater, tarian atau musik daerah dan menyajikan makanan khas sehingga pengunjung betah berlama-lama dan mendapat kesan untuk kembali.

Diakhir pertemuan, Melati Erzaldi berpesan, untuk para anggota agar kompak dan menghindari konflik khususnya terkait profit untuk dikelola sebaik mungkin.

Selain itu, diingatkan pula tentang pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik.
Ketika teman-teman mengubur sampah plastik atau membakar sampah plastik, sama saja memberi dampak terhadap lingkungan.

“Sebaiknya ciptakan juga eko wisata di sini, membangun Bank Sampah dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga agar menjadi nilai tambah dan meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkapnya.(BN02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *