oleh

Kunjungan ke PT. BAA, Kepala BNPB : Sagu Harus Bisa Jadi Program Pangan Nasional

SUNGAILIAT, BNBABEL.COM – Kepala (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letnan Jenderal Doni Monardo didampingi oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman lakukan kunjungan ke PT. Bangka Asindo Agri yang berlokasi di Kelurahan Kenanga, Kamis (18/3/2021).

Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa produk Sago Mee harus bisa dipasarkan di beberapa negara sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menunjukkan persaingan di banyak negara. Menurutnya tidak semua negara mempunyai tanaman sagu, meskipun ada tanamannya hanya sedikit.

“Tadi di sepanjang jalan saya menyampaikan ke Gubernur, bahwa tanaman sagu ini cukup sekali menanamnya dan bisa seumur hidup. Jadi saya menilai ini bisa untuk menggantikan penghasilan masyarakat yang tadinya berasal dari menambang menjadi bertani,” ujarnya.

Ia katakan setiap batang sagu bisa menghasilkan tepung sagu sekitar 20 persen, apalagi di Indonesia merupakan negara yang mempunyai hutan sagu terluas di dunia dan ini bisa dimanfaatkan lebih baik lagi. Dia juga katakan bahwa makanan nenek moyang adalah sagu dan itu dibuktikan pada relief peninggalan kerajaan Hindu dan Budha yang ditemukan saat ini.

“Jadi kalau melihat sagu ini kedepan akan bisa menyelamatkan lingkungan, ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lahan bekas tambang yang ada saat ini bisa ditanami sagu dan kemudian 8 tahun yang akan masyarakat sudah bisa memanen. Saya bangga sekali ada anak negeri telah bisa memproduksi tepung sagu dan sekaligus produk turunannya seperti mie dan yang lainnya, yang mana telah sekian lama kita makan mie yang bahannya dari tepung terigu,” tegasnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh PT. BAA adalah semua kemajuan di bidang pertanian yang diikuti oleh teknologi maka akan bisa dipastikan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mendoakan semoga program sagu tidak hanya di Provinsi Bangka Belitung saja tetapi bisa meluas ke provinsi lainnya.

“Yang selama ini di Provinsi Babel berbasis kepada tambang nantinya bisa beralih kepada perkebunan sagu. Kita harus mendorong agar sagu ini menjadi komoditi prioritas bagi bangsa dan sagu menjadi program pangan nasional. Mudah mudahan nanti PT. BAA bisa dibantu dari Kemenlu supaya bisa menjual ke negara lain,” tuturnya.

Sementara itu Owner PT. BAA, Fidrianto merasa diberi kejutan oleh Kepala BNPB atas pengetahuannya tentang produk sagu. Dengan begitu, dirinya merasa lebih semangat untuk mengembangkan pangan lokal berbasis singkong dan sagu.

“Kita ketahui bahwa saat ini produk turunan dari sagu yang ada di Bangka ini sudah memulai dikenal di tingkat nasional. Dan sekarang kita sedang mengembangkan produk turunan dari sagu bersama dengan UMKM yang ada di Sungailiat. Sudah banyak yang telah kita buat, seperti cookies, brownies dan yang lainnya dan rasanya lebih enak dari bahan baku yang berbasis tepung terigu,” terangnya.

Ditegaskannya, bahwa Bangka bukan produsen sagu terbesar tetapi Bangka menjadi produsen sagu yang paling inovatif dan kreatif. Saat ini Sago Mee telah ada di Malaysia dan saat ini pihaknya sedang mempromosikan ke negara lainnya.

“Saya sangat senang ada respon baik dari pihak pemerintah pusat yang akan membantu dalam memasarkan produk sagu sampai ke level internasional. Dan saat ini permintaan dari lokal pun sudah mengalami peningkatan, dan mudah mudahan penjualan akan semakin membaik lagi,” pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri dari Kementerian Kesehatan, Kapolda Babel, Danrem 045/Garuda Jaya, Dandim 0413/Bangka, Danlanal Bangka, Kemendagri, Kapolres Bangka, Danramil 413/06 Sungailiat dan tamu undangan lainnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *