oleh

KSAL Yudo Margono bersama Gubernur Babel saksikan Pendaratan Khusus di Belitung

SIJUK,BELITUNG,BNBABEL.COM- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, menyaksikan langsung pelaksanaan Latihan Pendaratan Khusus TA 2021, di pantai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Sijuk, Kabupaten Belitung, pukul 05.00 WIB, Jumat (8/10/2021).

Foto : Dok Babelprov.go.id
Foto : Dok Babelprov.go.id

Dalam rangkaian latihan, disaksikan renang rintis hingga pendaratan kompi pendaratan khusus (Ratsus), dan dilanjutkan dengan eksekusi sasaran Ratsus. Personel yang dilibatkan dalam latihan ini diantaranya, MA & Kima Ratsus (22 pers), Brigif (70 pers), Taifib (2 pers), Zeni (2 pers), KOM (4 pers), dengan total personil sebanyak 100 personel.

Sedangkan material yang disimulasikan diantaranya, perahu karet, mopel, tangki BBM, pompa PK, selang BBM, dayung, swimvest, fin snorkle.

Kasal Yudo Margono, menjelaskan ratsus ini merupakan rangkaian kegiatan Latihan Operasi Amfibi yang akan digelar tahun ini. Tugas pokok yang harus diselesaikan dalam latihan ini adalah Kompi G (-) DPK melaksanakan pendaratan khusus, merebut dan menduduki sasaran pada hari “H” jam “J” di Tanjung Kelayang, dalam rangka mendukung operasi pendaratan utama.

“Namun ini kita laksanakan secara parsial sebelum dilaksanakan di Dabo Singkep, Kepulauan Riau,” jelas Kasal Yudo.

Diungkapkannya, pasukan ini merupakan pasukan khusus dari KRI yang berada di 3 mil dari bibir pantai yang didaratkan untuk menghancurkan sasaran khusus, sebelum pasukan utama oleh pasukan amfibi dilaksanakan.

“Mereka akan menghancurkan sasaran-sasaran strategis di darat terlebih dahulu seperti radar lawan atau sarana komunikasi untuk melemahkan kekuatan lawan, sehingga pasukan induknya lebih mudah didaratkan,” jelasnya lagi.

Ketika pantai tujuan dianggap clear sehingga pasukan lain bisa menyusul didaratkan. Pasukan khusus didaratkan terlebih dahulu menggunakan perahu karet untuk faktor kerahasiaan, bahkan mesin dimatikan dan menggunakan dayung.

“Seharusnya pendaratan dilaksanakan jam dua pagi. Latihan dilaksanakan tidak sesuai waktu agar bisa terlihat apa yang sedang dilatihkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bertepatan dengan jadwal kegiatan Kasal bersama Aspeksindo di Babel, dirinya mendadak memerintahkan untuk melaksanakan ratsus di kawasan ini, di Pulau Belitung.

“Sebenarnya semua medan bisa. Pasukan khusus memang harus didadak latihannya dan harus bisa,” ungkapnya.

Kendala yang dihadapi saat ratsus dicoba untuk meningkatkan profesionalisme prajurit karena tiap wilayah yang menjadi lokasi latihan berbeda. Kendala di Pulau Belitung adalah terdapat banyak batu-batu besar, sehingga meyulitkan proses pendaratan personil.

“Dalam keadaan gelap, rintangan batu menjadi kendala dalam pendaratan,” jelasnya.

Sebagai dukungan dari pemerintah daerah, telah menyiapkan tempat evakuasi medis untuk kondisi darurat. Selain di lokasi Poskolat sendiri, dari TKP dapat dilarikan ke RS Bhakti Timah dan RSUD H. Marsidi Judono.(BN02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *