oleh

KM. kota Bali Karam di Perairan Muara Air Kantung, Ketua HNSI Sambangi lokasi Kejadian

Musibah Perahu Pecah yang terjadi terhadap Kapal Motor ( KM). kota Bali sekitar PK.00.00 WIB menyebabkan perahu tersebut tenggelam dan karam di pinggir muara air kantung, Kec. Sungailiat, Kab. Bangka. Sabtu, 20,02,2020

Diketahui melalui wewancara awak media pada Pk. 02.00 WIB, Sabtu 20- 02- 2021 terhadap nahkoda Kapal yakni Arsan (31), penyebab Karamnya Kapal yang dinahkodainya bersama 3 orang ABK karena Laras / putus Jangkar perahu sewaktu kapal sedang berlabuh 200 meter dari mulut muara air kantung menunggu arus pasang sewaktu pagi hari.

Selain itu, tidak adanya cadangan minyak untuk menghidupkan mesin perahu ketika putus Jangkar, menyababkan musibah karamnya kapal tidak dapat dihindari.

” Kejadiannya jam 12 malam pas putus Jangkar, kita mau hidupkan mesin tak bisa hidup lagi, kejadiannya disana ! kita pasrah aja waktu itu” Kata Arsan

” Gimana kita mau masuk muara, muara kecil gitu gak bisa masuk, jadi kita berlabuh sekitar 200 meter dari bibir muara, iya berlabuh di luar semua mau nunggu pagi air pasang kan !, Jadi berlabuh dulu nunggu air pasang” Tambahnya

Tidak ada korban dari kejadian musibah tersebut, namun kerugian materi dan non materi menyebabkan Nahkoda dan ke – 3 ABK tidak dapat melaut minimal selama 4 bulan

” Banyaklah kerugiannya, ikan habis, mesin bisa dipakai, tapi gak tau jugalah kita bongkar semua dulu, kalau mau diperbaiki juga paling lama 4 bulan bisa melaut lagi, itu juga kalau diperbaiki” keluh Irsan

Melalui kejadian ini Irsan & Ke – 3 ABK KM. Kota Bali berharap akses keluar masuk Nelayan muara air kantung dapat segera diperbaiki.

” Ya harapannya muara itulah diperbaiki biar kita bisa bebas keluar masuk muara, biar gak kayak gini modelnya kita nelayan’ Harap Irsan

Ketua HNSI Kab. Bangka Sambangi Lokasi Kejadian

Sementara itu turut diwewancarai pula dilokasi kejadian , Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI) Kab. Bangka, Lukman S.Pd turut membenarkan Kejadian Perahu karam tersebut.

” Terkait Musibah Pecah atau karamnya KM. kota Bali memang Benar, kita mendapatkan informasinya pagi hari dari pengurus HNSI saudara kita Edi, kita mendapati laporan tersebut sudah turun dari sekitar PK. 03.00 WIB tadi menyaksikan langsung kondisi kapal, yang bisa diambil hanya mesinnya dan yang lain sudah tidak bisa terpakai’ ungkap Lukman sambil meninjau kondisi KM. kota Bali

Disampaikan Lukman bahwa beberapa waktu terakhir kerap terjadi musibah perahu nelayan dikarenakan berbagai faktor khususnya musim utara

Menurutnya HNSI telah menindak lanjuti 7 laporan musibah nelayan dan telah menyalurkan bantuan terhadap 4 laporan seblumnya yang bersumber dari CSR PT. Timah.

” Belakangan ini kerap terjadi musibah nelayan selama musim Utara, kita sudah menyalurkan bantuan yang kami dapatkan CSR PT. timah selaku stake holder terhadap 4 laporan musibah nelayan dan masih menunggu 3 lagi yang sedang kita proses pengumpulan data dan berita acaranya untuk kita salurkan bantuan, termasuk dari ke – 3 laporan tersebut adalah musibah yang dialami KM. Kota Bali hari ini”

Sedari itu, dikarenakan besarnya manfaat adanya penyaluran bantuan untuk musibah nelayan, lukman mengucapkan terima kasih dan berharap kemitraan dapat terus terjalin dengan baik antara HNSI dan PT. Timah Persero TBK.

” Atas kerjasama selama ini membantu musibah nelayan, saya selaku ketua HNSI Mengucapkan terima kasih kepada PT. Timah, atas nama nelayan saya berharap kerjasama dan kemitraan ini dapat terus terjalin melalui program kami yakni ” Harmonisasi Bahari “, selanjutnya saya berharap pihak Pemerintah dan stake holder lain khususnya pertambangan agar dapat lebih memperhatikan kejadian seperti ini yang menimpa nelayan’ ungkap Lukman

Selanjutnya orang nomor satu di HNSI Bangka ini berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah dan swasta untuk mendukung program HNSI dan turut memperhatikan nasib nelayan. ( IR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *