oleh

Kisruh Antara PT.PLT Dengan Kades Kurau Timur Berakhir Dengan Mediasi

BANGKA TENGAH,BNBABEL.COM -Dinas kelautan dan perikanan provinsi kepulauan bangka belitung bersama dengan dinas lingkungan hidup bangka tengah, camat koba, dan kepala desa kurau timur berserta rombongan satpol PP bangka tengah mengunjungi PT. Panorama Lintas Timur (PLT).

Pertemuan tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak perusahaan tambak udang tersebut.

Tommi, selaku direktur dari PT.Panorama Lintas Timur menegaskan, kalau kunjungan tersebut dalam rangka membahas terkait perizinan dan isu yang akhir-akhir ini beredar di media online.

“Kita kalo ijin usaha lengkap, terkait perubahan-perubahan yang dari kementerian sedang kita urusi, kenapa agak lambat, karna sistem OSS nya sedang dalam masalah, untuk satu ini,” Ungkap Tommi.

Dan terkait masalah jalan yang dibangun sebagai akses untuk menuju lokasi usaha tambak ia juga menyebutkan akan diselesaikan antara mereka dan pemilik tanah.

“Kami bersedia ganti rugi lahan yang sudah tergali jadi bandar, atau jika pihak dari pemilik tanah tidak berkenan dan meminta untuk ditutup kembali, maka akan kami tutup kembali seperti semula,” jelas nya.

Saat disinggung terkait ancaman dan penyuapan yang disebutkan di pemberitaan online yang menimpa kepala desa kurau timur, Tommy menyebutkan kalau ia sama sekali tidak tau.

“Saya tidak tau sama sekali masalah itu pak, karena saya banyak baca berita online berita nya itu-itu saja,” pungkasnya.

Sementara itu kepala desa kurau timur Jasila menambahkan, jika point yang ia sampaikan kepada pihak perusahaan antara lain yakni menyangkut permasalahan jalan yang digunakan pihak PT.PLT dalam aktifitas penanaman pipa bahan baku air laut, tenaga kerja lokal kurang lebih 70 persen dan kesejehteraan warga setempat.

“Dalam aktifitasi investasi, Kami warga kurau terbuka terhadap siapapun yang ingin berinvestasi. Hanya saja, aspirasi warga juga harus di tindaklanjuti, jangan didiamkan,” kata Jasila.

Jasila mengaku ia sering dimintai tolong warga, terkait adanya lahan warga terkena aktifitas PT.PLT, terutama aktifitas penggalian tanah penanaman pipa bahan baku air laut.
Kemudian, adanya warga ingin bekerja, diantaranya tenaga kerja lokal memiliki sertifikat security.

“Harus diberdayakanlah,” tegasnya lagi sembari menyebut kesejahteraan warga setempat seharusnya diperhatikan, terutama dalam kegiatan hari besar keagamaan, nasional dan lain-lain.

“Sewajarnya lah, kalau ada keinginan warga mengajukan bantuan dalam kegiatan CSR itu dibantu,” timpalnya.

Jasila mengungkapkan semua aspirasi warga ke pihak PT.PLT saat dialog, tinggal menunggu tindaklanjutnya seperti apa. Dan iapun berterimakasih kepada, kepala dinas perikanan dan kelautan bangka belitung H.Masuri, kepala DPMPTK bangka tengah Kartina, camat koba Muslimin, sekeretaris satpolpp bangka tengah Wawan Kurniawan dan pihak terkait lainnya yang datang menjadi mediator penyampaian aspirasi warga hari ini.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, sudah ada jawaban yang diharapkan warga,” pungkas Jasila.

Camat koba Muslimin juga berharap semua aspirasi warga terpenuhi sesuai kesepakatan. Ia sebagai camat koba, hanya bagian dari mediator yang menghubungkan warga dengan investor.

“Kami kecamatan koba sangat mendukung semua investor yang masuk ke sini. Kamipun juga berharap kedatangan investor mensejahterakan warga kecamatan koba khususnya dan bangka tengah pada umumnya,” harap Muslimin.

Muslimin menyimpulkan permasalahan seperti ini bisa teratasi melalui komunikasi yang baik antara investor dengan warga. Menurutnya ada beberapa hal cendrung miss komunikasi, dan harus dibicarakan dengan duduk bersama.

“Kami juga sudah sampaikan ke pihak investor untuk segera menindaklajuti aspirasi ini secepat mungkin,” kata Muslimin.(BN14)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *