oleh

Kawasan Wisata Tongachi & Batu Bedaun Diserbu Ponton Isap CV ATM, Warga : Mereka Ramai Kerja Di Malam Hari

SUNGAILIAT, BNBABEL.COM — Seakan tak berkesudahan, kawasan wisata sepanjang perairan Pantai Batu Bedaun & Tongachi kembali di garap penambangan.

Setelah puluhan tambang inkonvensional menggunakan perahu ( TI Perahu) yang sering bekerja kucing – kucingan beberapa waktu lalu, kini secara terang – terangan di siang hari, Tidak jauh dari bibir pantai kawasan wisata ini telah beroperasi 6 Unit Ponton Isap.

6 unit Ponton bekerja dekat dengan bibir Pantai SA, Tongachi dan Batu Bedaun. Tiap ponton bekerja berpindah – lidah seperti serbuan TI perahu sebelumnya.

Bahkan pihak penambang telah berkerumun membuat camp di pinggir pantai SA, kawasan wisata sungailiat, bangka, bangka belitung. ( 7/9).

Berdasarkan hasil pantauan langsung di camp penambang, wartawan bertemu dengan sekumpulan penambang dan Danu yang mengaku sebagai pimpinan CV. ATM. Danu dan kumpulan penambang yang diketahui bukanlah warga sekitar mengaku pekerjaan PIP ini dibawah naungan CV ATM.

Kemudian jurnalis berusaha menghubungi kepala unit laut bangka PT. Timah Tbk perihal kelengkapan izin awal yang di Kantongi CV. ATM.

” Minta tunjuk kan SPK nya pak kepada mereka” Kata Rian Andre, Ka Unit Laut Bangka Via Telpon.

Setelah menunjukan surat yang dikeluarkan oleh CV. ATM kepada Rian Andre Via Whatsapp Masengger.
Rian Andre mengatakan surat tersebut bukanlah Surat Perintah Kerja ( SPK) dari PT. Timah Tbk.

Rian mengatakan pihaknya akan mengkroscek terlebih dahulu prosesi administratif pengerjaan PIP oleh CV. ATM di kawasan wisata tersebut.

Sementara itu kepala lingkungan bukit koala, Suaib mengatakan bahwa warga mereka tidak terlibat dalam pengerjaan tersebut. Menurutnya secara administratif daerah itu adalah perbatasan dan condong ke lingkungan jalan laut.

” Itu wilayah lingkungan jalan laut, saya tau kegiatan itu namun kami tidak terlibat dan tidak ada persetujuan dari kami wilayah bukit koala” kata Suaib, kepala lingkungan jalan laut, via telpon.

” Kemarin ada warga yang komplain, tapi sedang kita telusuri masuk wilayah kita atau tidak” Kata Suaib.

Salah satu warga bukit koala yang berprofesi nelayan mengatakan bahwa daerah ini wisata ini kerap kali di garap tambang yang terkesan sembunyi – sembunyi bekerja.

” Belum lama itu TI Perahu ada puluhan, cuma mereka kadang hilang kadang ramai kerja siang kadang malam hari lebih ramai. Nanti hilang lagi, begitulah mereka kerja” kata warga yang juga nelayan tradisional sekitar.

“Jaraknya kalau kata orang bangka bilang itu ” Di betet ge kena” ( Dekat – Red) jangankan di atas satu mil, kalau ada izin kita minta itu dievaluasi karena air keruh dan terumbu karang pasti rusak silahkan di kroscek, kalau tidak legal kami nelayan sangat berharap pekerjaan itu ditertibkan. Sangat tidak elok dilihat asapnya” , Kata warga.

Sementara mangement Pantai Tongachi mengatakan Ti perahu sering kali lebih mendekat ke bibir pantai. Mereka meminta pihak aparat untuk menertibkan setiap pengerjaan tambang ilegal atau legal Yang beroperasi menyimpang di depan kawasan wisata icon kota Sungailiat karena mencemari lingkungan dan merugikan pihak pariwisata.

Aboul A”la Almaududi,SH atau yang kerap di Sapa Dudi Helmi Yuda ( DHY) Selaku Direktur Operasional BN Media Group dekat kawasan tersebut mengaku merasa terganggu dengan pemandangan TI yang sangat jelas terlihat dari kantor media nya di bukit koala, sungailiat, bangka.

” Kami tadi juga ke lapangan, kami ingin pastikan kelegalan mereka, kalau legal tolong dilihat lagi cara mereka kerja apa sudah sesuai dekat pantai begitu ,” kata DHY.

” Saya sudah menghubungi pak Kepala unit laut bangka suratnya ( CV. ATM – Red) itu bukan SPK, tapi PT. Timah masih mengkroscek terlebih dahulu.
Apabila ini mengada – ngada pekerjaannya, tentu berpotensi merusak lingkungan menyebabkan kerugian IUP PT. Timah dan kerugian non materi lainnya sesuai undang- undang lingkungan hidup. Kami minta kalau terbukti ilegal atau menyimpang tolong ditertibkan” Jelas DHY.

Kasat polair polres bangka, AKP Yanto ketika di konfirmasi mengatakan belum mengetahui dan menerima laporan pengerjaan CV. ATM di wilayah DU. 1548 atau di sepanjang perairan pantai batu bedaun, SA dan tongachi.

” Kami tidak ada sama sekali menerima laporan pengerjaan CV. ATM atau pihak penambang di wilayah itu, atas laporan warga kami akan telusuri dan apabila ilegal akan kita tertibkan” Ujar AKP. Yanto via telpon.

Sampai berita ini diturunkan pihak media masih berupaya menghubungi pihak – pihak terkait guna memastikan perizinan dan kebenaran kerja TI perahu, TI ponton CV. ATM di sepanjang perairan kawasan wisata tersebut .

Penulis : IR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *