oleh

Kadiskepora Babel, Suharto : “Hadapi PON Papua, KONI Harus Segera Susun Program”

PANGKALPINANG-Dinas Kepemudaan dan Olahraga Bangka Belitung (Babel) bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin terus melakukan persiapan jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX Tahun 2021 di Papua.

Sebanyak empat atlet menembak Babel akan disipakan untuk mengikuti PON ke XX pada September mendatang, yaitu tiga atlet petembak putra dan satu petembak putri.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Babel, Suharto, juga sebagai pelatih menembak Pengprov Perbakin Babel, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/02/2021) mengatakan, sampai saat ini Program KONI Babel belum ada kejelasan terkait persiapan cabor menembak, maka dari itu dirinya bersama dengan pelatih penembak lainnya terus melakukan persiapan dengan melaksanakan latihan bersama.

‘’KONI belum ada program yang jelas sampai saat ini, kami ambil keputusan denga tidak mengenal waktu untuk terus melakukan latihan bersama untuk menghadapi PON Papua nanti dan setelah PON, para atlet terus kami giring dengan tujuan untuk meningkatkan kwalitas atlet penembak masing-masing.’’ kata Suharto.

Lebih lanjut Suharto menjelaskan, walapun program KONI Babel belum ada, Diskepora bersama Pengprov Perbakin Babel dan para pelatih yaitu Ridwan dan Husni tidak akan kendor untuk terus meningkatkan jam terbang latihan para atlet penembak Babel.

‘’Kami menjalankan semampunya, ini sudah dekat pelaksanaannya, semoga KONI segera membuat program-program yang jelas, jangan terpaku dengan masa pandemi Covid, kalau seperti ini kita tidak bisa bergerak. Protokol kesehatan tetap menjadi yang utama sehingga latihan terus bisa dilaksanakan.’’ jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan menemui Gubernur Babel, Erzaldi Rosman yang juga selaku Ketua Umum Pengprov Perbakin Babel guna membahas masalah anggaran. ‘’Nanti kami akan bicarakan dengan Gubernur pada saat rapat pengurus terkait anggaran cabor menembak seperti persiapan peluru yang akan digunakan para atlet pada saat latihan dan persiapan Babel mengahadapi PON.’’ katanya.

‘’Seleksi atlet menembak sangatlah ketat dan butuh biaya yang mahal, sebanyak dua belas kali tahapan seleksi yang harus dilalui namun atlet menembak Babel hanya melakukan delapan kali seleksi saja untuk dapat lolos mengikuti PON.’’ imbuhnya.

Dirinya berharap kepada masyarakat Babel untuk terus berdoa khususnya Pengprov Perbakin Bbel kedepan lebih fokus untuk membangun cabor menembak.

‘’Saya berharap doa dari masyarakat Babel agar cabor menembak mendapatkan hasil yang terbaik pada PON nanti, untuk KONI siapapun nantinya menjadi pemimpin, segeralah susun program-program untuk menghadapi PON yang akan datang serta persiapan setelah PON, mari kita bangun olahraga untuk meningkatkan prestasi agar Babel lebih dikenal dunia.’’ harapnya. (reza)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *