oleh

Jubir Satgas Covid-19 Bangka Ingatkan Tidak Vaksin Miliki Resiko 3 Kali

SUNGAILIAT, BNBABEL.COM – Boy Yandra SKM MPH selaku Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka mengatakan jika orang yang pernah terinfeksi Covid-19 belum bisa dilakukan vaksin di Indonesia. Hal itu dia tuturkan kalau orang yang pernah terinfeksi virus corona memiliki kekebalan selama periode tertentu.

“Saat ini belum menjadi prioritas untuk pemberian vaksin di Indonesia dibandingkan dengan orang yang belum pernah terpapar virus corona. Jadi mereka tidak divaksinasi memiliki resiko tiga kali lebih tinggi terpapar wabah Covid-19, hal itu menurut Profesor, Dr, dr Kartasasmita Msc. S.Pak,” tuturnya, Jum’at (19/2/2021).

Ia tegaskan bagi orang yang tidak disuntik vaksin Covid-19 mempunyai tingkat kerentanan yang lebih tinggi terkena penularan wabah virus corona. Jadi dia menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan penyutikkan vaksinasi Covid-19 yang telah disediakan oleh pemerintah.

“Dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Sinovak di Kabupaten Bangka sampai dengan saat ini sudah berjumlah 2.941 orang dari 3.140 sasaran atau terealisasi sekitar 93.60 persen. Jadi sisa untuk tenaga nakes dan non nakes hanya tinggal 190 orang lagi,” imbuhnya.

Kemudian manfaat vaksinasi Covid-19 Sinovak ini menurut Boy Yandra ialah untuk melindungi dari orang-orang di sekitar agar penyebaran wabah virus corona dapat dicegah dengan baik. Selanjutnya untuk kelompok kedua atau petugas pelayanan publik akan menerima vaksin golongan lansia, pedagang pasar, tenaga pendidik, tokoh agama, pejabat negara, atlet, petugas transportasi, pekerja pariwisata dan awak media.

Dia katakan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua sudah dimulai, dan masih juga pengumpulan dan revisi data. Ia mengharapkan agar pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dapat cepat selesai dilaksanakan dan Kabupaten Bangka kembali ke zona aman atau hijau.

“Kekebalan pasca di suntik vaksinasi Covid-19 Sinovak adalah pada hari pertama sampai hari ketujuh mendapatkan imunitas yang kuat, kemudian di keempat belas diberikan dosis kembali dan di hari ke dua puluh delapan imunitas sudah tercapai penuh. Saya menghimbau meskipun sudah dilakukan penyutikkan vaksin Covid-19, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik dan benar,” tukasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *