oleh

Jalin Kolaborasi dengan Halodoc, Kemenkes RI Dorong Percepatan Vaksinasi Nasional Covid-19

Jakarta, BNBabel.com — Kementerian Kesehatan RI bersama PT Media Dokter Investama sepakat menandatangani perjanjian kerja sama mengenai pelaksanaan program vaksinasi nasional Covid-19. Penandatanganan itu berlangsung Senin (01/03) kemarin, di Kantor Kementerian Kesehatan.

Kolaborasi ini sejalan dengan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), bahwa Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dapat bekerja sama dengan kementerian atau lembaga, Pemerintah Daerah provinsi, Pemerintah Daerah kabupaten/kota, badan usaha milik negara atau badan usaha swasta, organisasi profesi atau kemasyarakatan, dan pihak lainnya yang dipandang perlu.

“Untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi program tersebut, pada hari ini kita melaksanakan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Kesehatan dengan PT Media Dokter Investama, yang lebih kita kenal dengan Halodoc,” jelas Sekretaris Jenderal Oscar Primadi.

Lebih lanjut Oscar mengatakan bahwa kolaborasi antarlembaga ini merupakan bentuk ‘Public Privat Partnership’ sebagai salah satu solusi mempercepat program vaksinasi nasional bagi 181,5 juta penduduk Indonesia yang ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun.

Pemerintah dalam hal ini memahami untuk mencapai target tersebut tidak akan terwujud tanpa dukungan dan komitmen dari seluruh komponen bangsa termasuk pihak swasta agar tujuan vaksinasi bisa segera teroptimalkan.

“Kami menyadari bahwa pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tidak akan dapat berhasil dan mencapai tujuannya, jika dilaksanakan tanpa dukungan yang luas, dengan demikian kami mengharapkan peran serta semua pihak agar vaksinasi Covid-19 dapat dilaksanakan dengan sukses sesuai harapan kita semua,” tuturnya.

Oscar menjabarkan bahwa program vaksinasi nasional merupakan langkah besar pemerintah guna mempercepat pengendalian pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Melalui vaksinasi diharapkan akan tercipta kekebalan kelompok, sehingga semakin banyak yang terlindungi dari potensi penularan Covid-19.

“Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd imunity), dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi,” tuturnya.

Dia menjelaskan selain mempercepat tercapaianya target vaksinasi, kemitraan ini juga akan membantu pemerintah melakukan proses monitoring dan evaluasi, sehingga pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa berlangsung secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. (JAM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *