oleh

Ikuti Kegiatan Menembak bersama Perbakin, Herman Suhaidi: “The first time in my life”

Sungailiat, BNBabel — Dengan mengenakan topi putih berbaju abu-abu, Herman Suhaidi atau akrab disapa Herman Molen, menjajaki lapangan tembak Perbakin Kabupaten Bangka yang bertempat di Parit 7, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Minggu (21/02) siang.

Di depan pintu masuk lapangan, Wakil bidang Humas Perbakin Babel, DHY, dengan raut sumringahnya turut menyambut kedatangan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung yang baru dilantik itu.

Temu sapa keduanya yang terlihat akrab seolah menyejukan hari yang sedang terik-teriknya. Sembari berjalan menuju tenda tempat latihan menembak, DHY sekilas memaparkan kepada Herman mengenai tujuan diadakannya kegiatan olahraga menembak persahabatan pada hari ini.

Di depan tenda terlihat sudah berdiri Ketua Harian Perbakin Babel, Arbi Leo, yang sudah menunggu kedatangan Herman. Salam sapa antarkeduanya terasa begitu menghangatkan suasana. Tak lupa pula Herman menyalami beberapa orang yang hadir di tempat sambil mengenalkan diri.

Sambil menunggu penyiapan peralatan menembak, Herman membuka perbincangan awal dengan mengisahkan masa lalunya saat masih berdagang molen. Ia menuturkan kalau masa itu ialah masa saat dirinya harus menapaki tangga-tangga kehidupan yang penuh aral rintang perjuangan. Bergulat dengan kesehari-hariannya mengais rejeki sebagai pedagang molen jalanan, sembari aktif berkegiatan politik di PDI P yang telah membesarkan namanya.

Namun karena menikmati dan belajar dari setiap proses perjuangan itu lah ia berhasil menjadi sosok yang dikenal seperti sekarang. Bertransformasi dari seorang pedagang molen jalanan menjadi orang nomor satu di lembaga Legislatif daerah.

Tak lupa ia berpesan agar tidak malu melakoni segala jenis pekerjaan apapun, asalkan memang didapat dari sumber rezeki yang halal. Jadikan aral rintang hidup sebagai modal penguat mental, tegasnya melanjutkan cerita.

Setiba waktu menembak, Herman yang dipandu oleh seorang instruktur dengan saksama mendengarkan penjelasan tahap demi tahap tentang hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menembak.

Diakui oleh Herman bahwa baru pertama kali ini ia bersentuhan dengan senjata api.

“Ya ini jujur ya. Ini itu suatu hal yang baru buat saya. Karena memang selama ini saya hobi di penggerak olahraga. Saya itu hobinya voli. Akan tetapi adinda DHY ini selalu mengundang saya untuk ke sini maka saya tertarik juga,” ucapnya di sela mempersiapkan diri untuk menembak.

Bicara mengenai pengembangan Perbakin Babel ke depan, agar bisa menjadi wadah himpun atlet-atlet potensial, Herman menegaskan bahwa dia secara pribadi maupun kelembagaan, siap memberikan dukungan serius dan maksimal.

“Paling enggak yang pertama itu hari ini terjadi silaturahim yang sangat baik, dan lagi sepertinya olahraga menembak ini kalau dibilang sangat familiar di masyarakat ‘kan belum. Semestinya olahraga yang bagus seperti ini ya kita sosialisasikan dengan baik tentunya dengan cara-pertama menyiapkan sarana dan prasana yang baik,” tukas Herman memotivasi.

Tak lupa ia mengajak partisipasi semua pihak dari sektor atau instansi mana pun agar saling bersinergi dengan Perbakin Babel, sehingga ke depan bisa menjadi lembaga pencetak atlit menembak yang bisa mengharumkan nama daerah ini di masa yang akan datang.

“Oleh karena itu, ya, mari kita sinergi kawan-kawan Perbakin, juga bapak Soeharto Kadispora, mari ke depannya kita bicarakan bagaimana caranya paling tidak dalam waktu dekat ini Perbakin mempunyai lapangan untuk latihan yang representatif, ” jelasnya.

Ditanya perihal pendapatnya saat baru pertama kali menembak, Herman mengungkapkan bahwa dengan belajar menembak ternyata seseorang bisa melatih konsentrasi dan kesabaran diri menjadi lebih terkontrol.

“Asyik bagi saya. Saya senang. Kata teman-teman tadi ini melatih kesabaran. The first time in my life. Kemudian juga ya, di sini lah mungkin, ‘kan ada hadist atau firmannya Innallaha ma’ashobirin, Allah bersama orang-orang yang sabar. Salah satunya cara melatih kesabarannya itu selain dengan cara-cara lain, boleh juga dengan cara latihan menembak. Karena kalau kite dak sabar, tangan begengger, dak kene tujuannya. Ini juga filosofi hidup. Ingin mencapai sesuatu itu harus bersabar, ” tutup Herman sembari menjelaskan nilai filosofis dari kegiatan menembak. (JAM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *