oleh

HNSI Bangka Himbau Nelayan Tidak Terpancing dan Jaga Situasi Keamanan

SUNGAILIAT,BNBABEL.COM — Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka, Lukman SPd didampingi para pengurus menjenguk Satpam ULB PT. Timah Unit Belinyu yang menjadi korban dugaan tindak penganiayaan saat sedang bertugas di atas Kapal Isap Produksi (KIP) mitra PT. Timah Persero TBK yang beroperasi di Laut Bedukang.

Diketahui bahwa korban berinisial RD berstatus Satpam Unit Laut Bangka ( ULB) PT. Timah usai kejadian penganiayaan langsung di evakuasi oleh petugas Satpolair Polres Bangka Pimpinan AKP. Yanto dan Anggota Posmat Al Sungiliat pimpinan Peltu Budi Kris Atas perintah Kapolres Bangka dan Danlanal Babel menggunakan boat ke dermaga Pantai Matras. Senin, (12/7)

Kemudian korban RD langsung dilarikan ke UGD RS. Medika Stania untuk dilakukan perawatan intensif sekitar PK. 11.00 WIB.

Melalui ketuanya, HNSI Bangka di depan ruang UGD menyampaikan agar para nelayan yang pagi hari ini menduduki KIP Citra Bangka lestari agar tidak terpancing tindakan Anarkis dan menyalahi hukum.

” Seharusnya semuanya dapat di selesaikan dengan baik – baik dan musyawarah kami sangat menyesalkan peristiwa ini” ujar Lukman S.Pd

HNSI Bangka 2 hari sebelumnya sudah menyampaikan ke seluruh PAC HNSI di wilayah operasional KIP Perairan Bedukang dan Tuing agar melakukan himbauan terhadap para nelayan yang bersebrangan pendapat terkait pengerjaan KIP di wilayah tersebut.

” 2 hari sebelumya, Kami HNSI Bangka sudah mewanti – wanti melalui ketua HNSI PAC Riau Silip agar menghimbau kawan – kawan nelayan untuk tidak terpancing anarkisme” kata Lukman

” Kami harapkan semua pihak dapat bermusyawarah dan mufakat serta menaati hukum yang berlaku, selain itu. Kita serahkan ke pihak berwajib dan aparat keamanan yang sudah bergerak mengamankan kejadian ini” Harap HNSI Bangka.

Kejadian Penganiayaan dan juga pengrusakan di atas KIP Mitra PT. Timah Persero TBk dibenarkan oleh Danposmat AL Sungiliat, Peltu Budi Kris seizin Danlanal Babel sampai sore hari ini sekitar PK. 17.30 WIB masih melakukan pengamanan masif bersama anggota TNI dan aparat kopolisian di Wilayah laut Bedukang.

” Untuk korban 1 orang satpam itu luka – luka kena pemukukulan sekarang sudah di evakuasi dan dirawat di rumah sakit medika Stania, Sungailiat” Ujar Peltu Budi Kris via wa.

” Tenaga personil keamanan dari kami mengerahkan PAM tiap kapal ada 10 orang kemudian ada susulan speed dari Posmat Al Sungailiat, karena ada info penjarahan jadi kami lakukan pengamanan penuh bersama satuan lain sari TNI dan Polri, dari Kepolisan juga sudah berkekuatan penuh Satpolair Polres pak Yanto juga tadi langsung turun di laut” Jelas Danposmat AL. Sungailiat.

Penulis : Ir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *