oleh

Hasil Transplantasi Karang Buatan PT Timah Tbk di Pulau Putri, Kini Disulap Menjadi Objek Wisata Bawah Air

BANGKA BELITUNG, BNBABEL.COM — Sebagai upaya mengoptimalkan fungsi ekologis kelautan di wilayah pasca penambangan, PT Timah Tbk melalui program reklamasinya berhasil menyulap transplantasi karang yang ditanam sejak tahun 2018 lalu di Pulau Putri Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, menjadi objek wisata bawah air yang baru.

Dijelaskan oleh Indra Ambalika selaku dosen di Universitas Bangka-Belitung (UBB) yang terlibat dalam kegiatan sejak awal, tujuan dari program transplantasi karang tersebut hakikatnya untuk membuat habitat terumbu karang baru yang semula hanya berupa hamparan pasir.

“Target dari program tersebut adalah membuat habitat terumbu karang baru dari awalnya hanya hamparan pasir, kemudian dipasang modul transplantasi karang dengan media substrat dari genteng tembikar atau tanah liat dan rangka besi. Mulai ditenggelamkan pada tahun 2018,” paparnya melalui pesan WhatsApp, Senin (31/05).

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa selain ditempeli karang hasil transplantasi, modul transplantasi karang juga ditempeli karang alami yang sekarang sudah menjadi tempat bernaung berbagai jenis ikan serta biota laut lainnya.

Adapun tinggi karang yang sudah ditransplantasikan saat ini dikatakan sudah berkisar 30 cm atau tumbuh sekitar 10 cm per tahunnya.

Selain itu, ia mengatakan kalau hasil dari program reklamasi laut PT Timah ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar dengan cara mendayagunakan keindahan karang hasil transpalantasi sebagai objek wisata bawah air.

Bahkan keseriusan itu dibuktikan oleh Indra dengan melibatkan pihak Pokdarwis Penyusuk dan mahasiswa UBB yang sedang menggiatkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Putri pada tahun 2020 lalu guna mempromosikan dan mengembangkan wisata bawah air tersebut agar lebih optimal lagi dikenal oleh wisatawan.

“Program transplantasi karang ini dapat dikreasikan untuk wisata underwater (bawah air-pen) dengan foto bawah laut. konsep ini sebenarnya melihat dari pengembangan kebun karang di Bali dan Lombok, NTB. Hingga saat ini pulau putri sudah cukup dikenal untuk wisata pulau dan pantai. Namun belum optimal untuk dikembangkan menjadi wisata underwater. Program transplantasi karang ini dapat dikreasikan sebagai penambah daya tarik wisata underwater,” ujar dosen yang kini mengajar di jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi UBB itu.

Kegiatan transplantasi karang yang didanai oleh PT Timah Tbk itu pun dikatakan oleh Indra merupakan program kerjasama antara UBB dengan PT Timah Tbk, serta dari elemen masyarakat setempat.

Sementara itu berdasarkan tahapan prosesnya, kegiatan transplantasi karang dimulai dari survei lokasi, pembuatan dan penenggelaman media transplantasi, monitoring serta evaluasi.

“Secara umum kegiatan di lapangan untuk penenggelaman dan pembuatan media dengan melibatkan masyarakat lokal dan tim dari Yayasan Sayang Babel Kite,” tutupnya.

Jurnalis: JAM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *