oleh

Gubernur Bank Indonesia Ingatkan Bitcoin Bukan Mata Uang Sah Indonesia

Jakarta, BNBabel.com — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo angkat suara mengenai fenomena investasi mata uang kripto (cryptocurrency) yang saat ini sedang marak digunakan sebagai instrumen investasi digital oleh kalangan investor retail, termasuk pula korporasi besar sekelas Tesla yang telah turut menanamkan modalnya ke Bitcoin senilai US$1,5 miliar beberapa pekan lalu, sehingga membuat valuasi Bitcoin spontan terdongkrak signifikan.

Bahkan Tesla pun mengonfirmasi bahwa pihaknya telah membolehkan penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran untuk pembelian setiap produk mobil buatannya.

Berdasarkan data Investing, harga Bitcoin sendiri tercatat mengalami apresiasi signifikan sepanjang tahun 2021 ini, bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$58000 per koinnya.

Hal ini yang kemudian mendorong banyak orang tertarik berlomba merogoh cuan (baca: keuntungan) dari pasar mata uang kripto yang diketahui sangat tinggi volatilitasnya itu.

Menyingkapi fenomena tersebut, dikutip dari CNBC, Perry menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang Dasar 1945, mata uang resmi dan sah, yang boleh digunakan sebagai alat tukar atau pembayaran di seluruh wilayah Indonesia hanya lah mata uang rupiah.

“Bitcoin tidak boleh sebagai alat pembayaran yang sah. Begitu juga dengan yang lain,” ujarnya dalam diskusi digital bertajuk CNBC Indonesia Economic Outlook 2021, Kamis (25/2).

Merujuk data ‘Crypto Market Cap’, pada siang hari ini saja terpantau ada lima mata uang kripto yang berdasarkan ‘descending market capitalization’ mengalami kenaikan persentase, yaitu Ethereum yang masih bertenggar di posisi kedua naik 0,5% ke harga US$1623; Binance Coin naik 5,3% menjadi US$251; Tether naik 0,4% menjadi US$1; Cardano naik 7,6%; dan Bitcoin yang masih merajai pasar mata uang kripto kembali naik 1,7% menjadi US$50450 setelah sempat terkoreksi ke harga US$46000 pada tiga hari yang lalu. (JAM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *