oleh

Gubernur Babel menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan UNY,Seperti ini Penjelasannya

YOGYAKARTA, BNBABEL.COM – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman kembali menandatangani Nota Kesepahaman antara Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY, Kamis (28/10/2021).

Foto : Dok Babelprov.go.id

Gubernur Erzaldi memang sejak lama telah menjalin kerjasama dengan UNY bahkan saat dirinya masih menjadi Bupati Bangka Tengah, Dalam kesempatan itu, ia mengatakan kerjasama dengan UNY dan percepatan seperti ini perlu dilakukan agar pendidikan tidak tertinggal di Bangka Belitung, karena SDM saat ini harus mampu menghadapi tantangan global kedepan.

“Kami perlu mengkolaborasi ini agar lebih fokus terhadap perkembangan dunia pendidikan diantara keterbatasan pendidikan di Bangka Belitung,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

Bangka Belitung, sejak dipimpin oleh Gubernur Erzaldi, menjadi provinsi yang mengalokasikan anggarannya untuk pendidikan terbesar nomor dua setelah Dinas Pekerjaan Umum, bahkan melebihi anjuran nasional. Fokus ini diungkap Gubernur Erzaldi saat pertemuan dalam rangka menandatangi kembali Memorandum of Understanding (MoU) dengan UNY.

Ditambah, Bangka Belitung juga menjadi satu diantara tiga provinsi yang mengikuti program Programme for International Student Assessment (PISA) mewakili Indonesia, Program ini diikuti dengan maksud untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa pada tingkat dunia.

Dari mengikut program PISA ini, menurut Gubernur Erzaldi akan terlihat data kondisi pelajar di Bangka Belitung sehingga dapat menjadi tolak ukur dan ketepatan mengambil kebijakan pendidikan.

Ditandatangani MoU ini agar program-program yang sudah berjalan dapat terus belanjut. Termasuk program khusus diminta khusus Gubernur Erzaldi kepada UNY, yakni program cepat atau jangka pendek dan program jangka panjang.

“Jangka panjang, seperti para mahasiswa dengan program tambahan selain berkuliah normal sedangkan untuk program cepat dilakukan untuk para guru SMK dan SLB,” ungkapnya.

Melalui program yang dimaksud, dirinya ingin para guru lebih cepat lebih hebat seperti harapan masyarakat. Karena Pembelajaran di SMK saat ini metode pembelajarannya 60 % lapangan, sementara 40 % teori.
Sehingga guru-guru perlu di mix-match kan kebutuhan dengan kemampuan pengelolaan SDM.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kerjasamanya dengan UNY, hingga saat ini telah mengirimkan sebanyak 38 siswa jenjang S1 dan S2, dengan rincian pada tahun 2018 ada 6 mahasiswa S1, tahun 2019 ada 13 mahasiswa S1 dan 5 mahasiswa S2, sementara tahun 2020 ada 8 mahasiswa S2, sedangkan tahun 2021 ada 6 mahasiswa S1.

Adapun ruang lingkup kerjasama yang potensial dijajaki kedepannya adalah pendampingan pendirian SKO (Sekolah Kelas Olahraga), pembinaan olahraga prestasi (panahan, silat, atletik, bola voli pantai), pelaksanaan PPG Dalam Jabatan, peningkatan kompetensi guru SMA dan SMK berbasis kewirausahaan, peningkatan kompetensi kepala sekolah, peningkatan SDM melalui studi lanjut.

Selain itu, penempatan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi di Bangka Belitung serta pengembangan inovasi pembelajaran berbasis digital. Kegiatan ini diinisiasi oleh Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNY khususnya bidang Kemitraan Dalam Negeri.

Sementara Pihak UNY, menyambut baik kerjasama yang telah terjalin sejak lama ini untuk kembali terjalin. Komitmen ini bahkan diucapkan langsung oleh Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes.
Dikatakan sang Rektor, bahwa pihaknya menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi Kepualuan Bangka Belitung kerjasama apa saja yang akan dilakukan.

Dikatakannya pula, secara pribadi selain memiliki kecintaan khusus terhadap Bangka Belitung karena keindahan alamnya salah satunya, bahkan dirinya memiliki 5 orang anak asuh yang berkuliah di UNY asal Bangka Belitung.

Disamping itu, mahasiswa Bangka Belitung yang mengalami kesulitan saat menyelesaikan tugas akhirpun, menjadi komitmen untuk dibantu kesulitannya. Terlebih bagi mahasiswa baru asal Bangka Belitung, pihaknya sangat terbuka untuk berkonsultasi dan memberi masukan dan solusi.

“Teman-teman, layani secara maksimal tamu-tamu kita ini,” ungkap Rektor UNY kepada para wakil rektor dan jajaran.

Pada kesempatan hadir bersama Gubernur Erzaldi, Kepala Dinas Pendidikan, M Soleh, Sekretaris Dinas Pendidikan, Arvawi dan Plt. Kepala Biro Ekonomi, Ahmad Yani.(BN02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *