oleh

Gandeng Kejaksaan, Pemkab Bangka Bentuk Tim OPAD Untuk Tingkatkan PAD

BANGKA, BNBABEL.COM – Ketua tim optimalisasi pendapatan asli daerah (OPAD) kabupaten bangka, Arianto mengatakan bahwa surat edaran bupati bangka sudah diedarkan ke seluruh camat dan lurah.

Merespon hal tersebut, seluruh tim yang didampingi oleh pihak kejaksaan bangka mengawalinya dengan mengukur lahan perkebunan sawit milik wakil bupati bangka di riding panjang, belinyu.

“Sebagai pilot project, kita melakukan pendataan dan pengukuran kebun sawit milik wabup bangka kemudian dilanjutkan kebun sawit milik Parulian mantan ketua DPRD bangka 2 periode di daerah mapur.
Intinya kerja tim OPAD ini dalam rangka mengejar target pendapatan daerah khusus di bidang perkebunan sawit,” terangnya, kamis (9/9/2021).

Ia menjelaskan saat ini sedang membuat RAP perbup untuk penghapusan denda pajak PBB, yang saat ini dalam tahap pembahasan dan masih di bagian hukum.

“Salah satu program kita adalah selain pendataan perkebunan, penagihan piutang dan penghapusan denda pajak. Dalam rangka menutup devisit anggaran ini, kami akan melakukan pendataan seluruh kebun milik masyarakat terutama luasnya yang di atas 5 hektar apalagi yang dimiliki oleh pihak swasta.
Dengan dilibatkannya dalam tim OPAD ini dari pihak aparat penegak hukum (Kejaksaan red.) dapat mencapai target,” harapnya.

Menurut Arianto, salah satu pendapatan daerah yang bisa diandalkan adalah dari PBB-P2. Ia katakan kegiatan ini berkat bupati bangka langsung turun tangan dalam rangka untuk mempercepat proses pendataan.

“Untuk teknis kerja ini kami nanti akan meminta data dari lurah dan camat yang nantinya akan ditindaklanjuti. Kalau untuk perkebunan sawit yang ada di hutan produksi cukup dengan menunjukkan surat pemanfaatan lahan dan nanti kita terbitkan SPT.
Saya berharap agar masyarakat lebih sadar dalam pembayaran pajak ini,” tuturnya.

Sementara itu, Parulian salah satu petani sawit menyebutkan jika pemerintah daerah harus bisa membangun daerah dengan menggunakan pajak daerah. Dirinya mengaku jika selama ini tidak pernah terlambat untuk membayar pajak, menurutnya hal itu sebagai bentuk kontribusi kepada daerah dan sebagai warga negara yang taat pajak.

“Begitu mendapatkan informasi dari DPPKAD akan melakukan pendataan perkebunan sawit maka saya sangat respon dan mendukung kebijakan ini. Mudah-mudah kedepannya saya bisa memberikan yang lebih dari yang sekarang,” paparnya.

“Dengan adanya Tim OPAD ini tidak ada lagi kata yang tidak membayar pajak, apalagi sudah ada pendampingan dari kejaksaan. Ini adalah solusi terbaik untuk meningkatkan PAD pemerintah kabupaten bangka, kalau ingin negara dan Bangka ini maju bayarlah pajak untuk pembangunan daerah,” tandasnya.

Penulis : Ib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *