oleh

Erzaldi mengatakan Kota Muntok Adalah Titik Awal Perjuangan Diplomasi Kemerdekaan Indonesia

BANGKA-BELITUNG, BNBABEL.COM – Kota Muntok mencatatkan peran besar dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia, dikarenakan Kota berjulukan “Kota Seribu Kue” itu merupakan tempat pengasingan presiden pertama Indonesia Soekarno dan wakilnya, Mohammad Hatta, bersama pejuang lainnya, dan di Kota tersebut itu juga dipersiapkan perjuangan diplomasi dengan negara-negara luar dalam rangka mewujudkan Kemerdekaan RI.

Ungkapan tersebut disampaikan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung, Erzaldi Rosman saat menerima kunjungan Bupati Bangka Barat di Rumah Dinas Gubernur, Sukirman, Kamis (30/06).

Pada kesempatan itu juga keduanya membahas dan mengkoordinasikan berbagai hal termasuk pengembangan Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat sebagai Kota Herritage atau Kota Sejarah.

“Saat ini Kabupaten Bangka Barat oleh pemerintah pusat akan ditetapkan sebagai project Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” ungkapnya.

Oleh karena itu guna merealisasikan hal tersebut, dalam waktu dekat ini akan dilakukan tindak lanjut yang dimulai dengan Forum Group Discussion(FGD) melalui penyusunan secara teknis.

Pengelompokan Muntok Herritage dari kluster Melayu, kluster Cina dan kluster Eropa perlu dilakukan selain mendorong pengembangan dua gedung bersejarah, yaitu Wisma Ranggam dan Pesanggrahan Menumbing agar lebih dikenal lagiĀ oleh masyarakat.

“Pariwisata yang bertemakan sejarah ini harus kita kembangkan. Pertemuan ini sebagai langkah awal persiapan, dan mudah-mudahan tahun 2022 sudah langsung persiapan fisik,” jelasnya.

Gubernur mengingatkan,karena beberapa gedung bersejarah itu merupakan bangunan cagar budaya sehingga dalam pengembangannya tidak boleh dilakukan sembarangan dan perlu dilakukan perencanaan secara matang.

Sementara itu Sukirman menyambut baik ajakan gubernur untuk bersama-sama membangun Kota Muntok sebagai Kota Herritage yang akan menjadi salah satu daerah KSPN.

“Saya yakin kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten didukung oleh seluruh masyarakat maka tujuan pembangunan akan terwujud,” harapannya.

Selain pembahasan Kota Muntok sebagai Kota Herritage, berbagai program-program pembangunan lainnya dibicarakan dalam pertemuan ini.

Ikut mendampingi gubernur dalam kesempatan itu ialah Kepala Kadisbudparpora Bangka Belitung, Suharto, Kepala Dinas PUPR Bangka Belitung, Jantani serta jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka Barat.

Jurnalis: JAM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *