oleh

Ellius Gani Harap Desa Lain Dapat Mencontoh Keberhasilan Desa Banyuasin

BANGKA, BNBABEL.COM – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Ellius Gani menyampaikan saat menghadiri acara syukuran dan panen padi raya di Desa Banyuasin jika sawah yang ada di Kabupaten Bangka ada seluas 2.948.41 hektar.

Menurutnya keterangannya luasan lahan yang saat ada belum dapat termanfaatkan secara optimal karena ada beberapa sarana dan prasarana yang belum memadai.

Ia menjelaskan komoditi padi telah menjadi sumber produksi beras untuk di Kabupaten Bangka, yang saat ini menyumbang kurang lebih 70 persen dari luas tanam padi. Namun, produktivitas padi ladang ini masih rendah karena diusahakan dengan cara sederhana dan sekali dalam setahun.

“Dalam tahun 2020 lalu luas tanam padi mencapai 5.579,9 hektar, terdiri dari padi sawah 1.991,1 hektar dan ladang 3.588,8 hektar. Dan produksi sampai dengan bulan Desember 2020 sebanyak 14.991 GKP atau setara dengan 8.002,18 ton beras. Ini hanya bisa mencukupi kebutuhan beras kurang lebih 21,98 persen dari total kebutuhan beras di Kabupaten Bangka,” jelas Kadis Pertanian Bangka, Kamis (11/2/2021).

Ellius Gani menerangkan luas sawah di Desa Banyuasin mencapai 95 dan pada tahun 2020 luas padi sawah seluas 83,5 hektar dan luas tanam padi ladang 69 hektar. Jadi total luas tanam padi adalah 152,5 hektar dengan luas panen total 148,5 hektar karena ada 4 hektar padi ladang yang mengalami puso.

“Apabila rata-rata produktivitas padi sawah sebesar 6,5 ton per hektar gabah kering panen dan padi ladang sebesar 1,8 ton per hektar gabah panen, maka produksi padi di desa Banyuasin kurang lebih 659,75 ton gabah kering panen atau setara dengan 418,47 ton beras. Ini berarti menyumbang 0,97 persen pemenuhan kebutuhan beras se Kabupaten Bangka dari total 21,98 persen,” ujarnya.

Berikut perhitungan pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Bangka :
Kebutuhan beras per tahunnya sebesar kurang lebih 36.404 ton, produksi beras hanya sebesar kurang lebih 8.002,18 ton. Jadi hanya mencukupi sekitar 21,98 persen total kebutuhan beras.

“Dan keberhasilan yang telah diraih oleh Desa Banyuasin ini perlu menjadi contoh untuk desa-desa lainnya yang memiliki lahan sawah dan ladang. Agar lahan sawah yang belum optimal untuk dengan baik, baik dikelola mandiri maupun dengan sistem korporasi,” tukasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *