oleh

Eksklusif Wawancara Bambang Patijaya, SE, MM dalam ” INSTAL” BN Radio 90.5 FM

Kupas Tuntas Pandangan BPJ soal Pertambangan Babel
BPJ : Reputasi Sucofindo Di Pertaruhkan

SUNGAILIAT BANGKA, BNBABEL.COM –
Anggota DPR RI Bangka Belitung Komisi VII dari Daerah Pemilihan ( Dapil ) Bangka Belitung dari Partai Beringin Bambang Patijaya , S.E, M.M atau yang kerap disapa ( BPJ) menjadi narasumber utama dalam acara ” INSTAL” di BN RADIO Bukit Koala Sungailiat.

Bersama presenter daerah
” Bang Doi “ membawakan acara, dalam ruang INSTAL ” inspirasi Too All ” di sesi awal mengupas habis pandangan BPJ Soal Pertambangan & LTJ. Pk. 13.00 WIB di 90.05 FM. ( 1/5)

Selain sebagai Politisi yang namanya sangat sunter dikenal di daerah Bangka Belitung bahkan Indonesia. Diketahui Bambang Patijaya ( BPJ ) belakangan terakhir melaksanakan reses sebagai Anggota DPR RI di Daerah.

” Saya masih dalam masa reses bertemu masyarakat saya mentransformasikan dan mensosialisasikan perogram pemerintah apalagi pemerintah saya adalah metra pemerintah” , Ujar Bambang Patijaya ( BPJ ) di 90.05 FM.

Bagaimana Bambang melihat situasi di Bangka Belitung soal Kegiatan dan Konflik pertambangan yang sangat mengemuka di media publik belakangan waktu ?

” Bicara permasalahan tambang ini sangat dinamis. Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan penyetopan 200 Ton Zirkon yang akan di berangkatkan dari Pelabuhan Pangkal Balam, dan disitu saya juga turun bersama Direktur Jendrak ( dirjen ) Minerba dan petugas gabungan, Ini permasalahan yang harus kita cari solusi bagaimana kita melihat permasalahan yang ada.
Saya bicara permasalahan ini bukan untuk mempersulit Pihak PT. CAl, karena saya juga sangat berpengalaman sebagai pengusaha.
Tapi ini sudah terjadi dan harus ada penyelesaian masalah yang komperhensif dan Holistik soal LTJ. Nah di ketahui setelah itu dari mana asal muasal 200 Ton Zirkon yang diolah PT. CAL, tidak ada istilah nya WIUP Zirkon atau PT CAL Menambang zirkon gak ada aturan nya itu .
Kemudian dari masalah itu satu kita juga harus memikirkan bagaimana masyarakat memiliki penghidupan, apalagi situasi saat ini “, Jelas Bambang Patijaya ( BPJ ).

Diketahui dalam masalah penyetopan expor zirkon yang akan di berangkatkan keluar negeri oleh Pihak PT. Cinta Alam Lestari ( CAl) dari pelabuhan Pangkal Balam, Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
Dirjen Minerba pada saat itu menginstruksikan untuk membongkar seluruh muatan zirkon yang ada di dalam Kontainer untuk di uji sampling agar mengetahui kadar dan muatan zirkon yang ada, dikarenakan dalam aturan pemerintah mengenai LTJ khusunya zirkon belum ada aturan yang memperbolehkan untuk ekspor.

” Kondisi ini yang membuat Direktur Jendral ( dirjen ) minerba harus menginstruksikan agar membongkar semua muatan zirkon untuk di sampling, dan hasilnya sudah ada, itu sudah keluar hasilnya sangat mengejutkan.
Biar Direktur Jendral mineral saja yang mengumumkan, Tapi bisik – bisik mengenai hasil sudah ada.
saya tak mau overlap menyampaikan” , Ungkap Banbang Patijaya ( BPJ ) mengupas permasalahan penyetopan pengiriman zirkon yang diduga ilegal dan tidak sesuai aturan beberapa waktu lalu.

” Yang menarik setelah uji sampling ternyata dalam kandungan Zirkon itu memiliki kadar radio aktif yang tinggi harusnya di aturan Zirkon tidak ada radio aktif itu “ , Tambah Bambang Patijaya.

” Mengkaji permasalah tambang, ada konflik masyarkat yang selalu ada hanya saja bagaimana kita menyikapinya.
Soal tambang berkonflik itu kan soal pertentangan kepentingan, Dulu persinggungan konflik tambang ada di wilayah darat, sekarang beberapa tahun terakhir persinggungannya kearah konflik di laut “, Jelas Bambang Patijaya.

” Intinya kalau saya memandang bahwa konflik ini antara masyarakat nelayan dan pariwisata vs penambang , Sedangkan setiap orang berhak mengelola Sumber Daya Alam ( SDA ) yang ada di laut.
Semua harus diatur dan diberi ruang untuk itu, Kepentingan 2 kubu yang kompleks ini harus di rangkul semua, sebenarnya kita beberapa waktu lalu sudah ada formula yakni Peraturan Daerah ( Perda ) RZWP3K.
Namun implementasinya saya kira diperlukan Konsistensi pelaksanaannya di lapangan.
jangan sampai ada aturan aturan baru yang melanggar atau aktifitas 2 yang melanggar komitmen Ruang Zonasi Wilayah dan Pulau Pulau Kecil (RZWP3) . Harusnya sudah bisa saling menghormati “ , Harap Bambang Patijaya.

Membahas tuntas aspirasi masyarakat dan rumusan masalah di hadapan Bang Doi, Bambang Patijaya menekankan bahwa solusi dari permasalahan adalah Komitmen dan Konsistensi penerapan UU, Peraturan Daerah dan pembuatan aturan baru yang mengikuti aturan sebelumnya.

Disampaikannya bahwa, masalah akan terus terjadi apalagi jika ada aturan baru yang bertentangan dengan komitmen pelaksanaan aturan pemerintah sebelumnya.

” Saya tekankan bahwa masalahnya adalah Konsistensi dan komitmennya pemerintah dan pemangku kepentingan. Soal pro dan kontra itu sebenarnya kan adalah masalah kelasik, ketika kita tidak menemukan jalan keluar di masyarakat. Saya sarankan Jangan sampai ada kegiatan penambangan dulu sampai betul – betul ada titik temu. Peraturan dan syahwat menambang harus disingkirkan, karena syahwat ini pihak yang berkepentingan mencari celah untuk menambang. saya kira begitu saja “, Ujar Bambang Patijaya memaparkan solusi.

Ditanyakan Bang Doi kepada BPJ soal kesimpulan masalah yang dihimpun oleh BPJ ketika kerap bertemu dengan masyarakat penambang, nelayan dan pariwisata soal keluh kesah dan aspirasi mereka.

” Bagaimana kita mencari solusi komunikasi, di satu sisi saya lihat adanya ruang komunikasi kalau bisa menemukan titik temu kepentingan….. ya silahkan, karena tambang juga sangat penting. tapi kalau tidak dan mendapat pertentangan khususnya nelayan, ya …saya kira jangan dulu. Intinya kan, Pariwisata dan nelayan ini cuma ingin memiliki ruang memenuhi mata pencahariannya. Suatu sisi lain kita juga bicara konteks lingkungan hidup. Dalam persoalan ini saya harus berdiri di tengah – tengah. Apalagi saya juga punya back ground pariwisata. Saya kira, saya juga tidak setuju dengan masalah ini sampai berlarut – larut” pungkasnya

” soal LTJ, Ada 3 jenis dari mineral ikutan dari kegiatan penambangan atau pengolahan logam timah. ada Zirkon, monasit dan elminit. baru Zirkon saja yang diatur dan itupun belum komperhensif dan holistik. Saya kira permasalahan regulasi sangat penting. Sehingga pada kasus penyetopan kemarin 200 ton Zirkon di temukan kadar yang tidak tercapai dan ada kadar lain yakni monasit juga terkandung disitu.
Dan ini kan belum diatur dan akan jadi masalah terus. Jangan sampai ada unsur tipu – tipu dalam Maslah ini. Bisa rugi daerah kita karena diluar itu harga LTJ sangat fantastis. Nah regulasi kita juga saya kira belum sesuai dengan di Lapangan sehingga terjadilah masalah – masalah karena pelaku usaha akan berimprovisasi mencari peluang meloloskan pekerjaan “ , Jelas Bambang Patijaya.

Ada Peluang Ekonomi Kreatif dari Persoalan LTJ

” Kami juga melakukan inveksi langsung ke gudang PT. CAL.
Saya bilang pada pak Direktur Jendral bahwa perusahaan ini tidak akan mendapatkan Zirkon dari menambang Zirkon.
Saya ajak bapak itu ke lokasi meja goyang disekitar yang sudah banyak dan pak dirjen terkejut.
Ternyata sudah ada masyarakat yang menggerakkan ruang ekonomi kreatif.
Dan saya sampaikan bagaimana kita legalkan usaha masyarakat ini karena mereka yang mengumpulkan tailing.
Oke kita kaji kata pak dirjen bagaimana membuat turunan aturan perundang undangan” Terangnya.

Bambang Patijaya juga mengupas mengenai peran Sucofindo soal LTJ dan temuan dirinya soal beberapa permasalahan dari pihak Sucofindo dalam hal Penyetopan 200 ton zirkon. Menurut Bambang Patijaya dalam masalah tersebut bahwa reputasi Sucfindo di pertaruhkan.

“Dari 3 LTJ baru Zirkon yang ada aturan, sedangkan 2 nya kan belum ada.
Sucofindo bilang mereka sudah sesuai ternyata dilapangan riskan soal tipu – tipu.
Yang bisa saya katakan, reputasi sucofndo di pertaruhkan.
Ketika inveksi bersama pak Direktur Jendral dan aparat gabungan sucofindo juga sudah mengeluarkan data dan ada kelalaian petugas sucovindo yang sebenarnya sudah mengetahui kadar zirkon tidak sampai tapi masih di loloskan, ini kan terkesan tipu – tipu, saya juga ini pengusaha nggak mau misalnya masalah perizinan ribet.
Jadi saya tidak bicara ini untuk menyudutkan pihak PT. CAl karena saya juga memahami maslah pengusaha.
Namun ini haru di bahas dan diatur sedemikian rupa agar pemanfaatan potensi ini clean dan clear dan semua khususnya masyarakat dapat menikmati dan berusaha terhadap potensi daerah kita” , Jelas Bambang Patijaya di 1 jam terakhir program INSTAL BN RADIO 90.05 FM.

PENULIS : IR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *