oleh

Dukung Penuh MPP, Menkumham Harap Pelayanan Publik di Indonesia Bisa Optimal

JAKARTA, BNBabel.com — Pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di berbagai daerah di Indonesia mendapat dukungan penuh Kementerian Hukum dan HAM. Dukungan itu terbukti dari adanya layanan imigrasi di hampir seluruh MPP.

Layanan pembuatan dan perpanjangan paspor, hingga Administrasi Hukum Umum (AHU) tersebar di beberapa MPP, yang hal ini tentu dapat memudahkan masyarakat yang membutuhkan layanan imigrasi tersebut.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menegaskan pihaknya memberi perhatian penuh terhadap upaya perbaikan layanan publik melalui MPP.

“Jika kita ingin maju, para bupati dan wali kota, mau tidak mau, suka tidak suka MPP ini menjadi hal yang sangat penting kita lakukan untuk mempermudah pelayanan publik pada masyarakat,” ujarnya dalam acara Penandatanganan Komitmen Penyelenggaraan MPP tahun 2020, di Jakarta, Selasa (02/02).

Dukungan itu juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk memudahkan pelayanan masyarakat, termasuk investasi.

Di hadapan 38 bupati dan wali kota yang menandatangi komitmen penyelenggaraan MPP, Yasona meminta agar para kepala daerah menghadirkan pola pikir ‘kalau dapat dipermudah kenapa harus dipersulit’. Sebab dengan begitu kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga dapat terbangun dengan baik.

Selain itu ia meminta para kepala daerah juga diharapkan dapat memiliki komitmen untuk memberikan layanan publik yang optimal.

Jika komitmen tersebut dimiliki oleh seluruh kepala daerah di Indonesia, ia percaya bahwa negara ini dapat bangkit, dan masyarakat juga memiliki rasa percaya terhadap pemimpin di daerahnya masing-masing.

“Saya kira membangun MPP tidak terlalu mahal, namun yang penting dilakukan adalah komitmen politik dari setiap kepala daerah untuk MPP tersebut,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada Kementerian PANRB sebagai instansi yang memrakarsai berdirinya MPP di berbagai daerah.

Jika saat ini hanya sebagian daerah yang memiliki MPP, maka ia harapkan seluruh kabupaten dan kota di Indonesia juga ke depan dapat berkomitmen untuk membangun pelayanan dalam satu gedung tersebut.

Kemudahan layanan juga dikatakan harus didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi. Sehingga para bupati dan wali kota mesti memperbaiki SDM, terlebih di sektor penguasaan teknologi informasi, seperti yang dilakukan instansinya yang telah mencanangkan revolusi digital dengan tujuan memberi kemudahan pelayanan publik.

“Bapak Presiden mengatakan bahwa saat ini negara-negara berlomba bukan lagi siapa yang terbesar, tapi siapa yang tercepat menggunakan teknologi informasi, maka peningkatan SDM penting dilakukan. Kita meminta para bupati dan wali kota mendorong terus SDM dalam menggunakan teknologi informasi,” pungkas Yasona. (JAM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *